Sabtu, 16 Juli 2011

Potensi Diri

Pertama-tama, sebelum kalian membaca, apa yang kalian pikirkan mengenai Potensi Diri.
Saya mengambil kutipan ini karena baik untuk di bahas, dan dapan menjadi refrensi diri kita untuk maju.
saya juga mengambil kutipan Potensi diri manusia ibarat gunung es di permukaan air. Sekitar 20% berada pada level “KESADARAN” dan 80% berada pada level “BAWAH SADAR”. Diambil dari http://bahrani237.wordpress.com/2008/08/04/bangkitlah-indonesiaku-sebuah-terobosan-melejitkan-potensi-diri/
 


     Pada era Globalisasi saat ini, manusia lebih di kenal sebagai makhluk yang hidup individualis, atau lebih sering menyendiri, terutama di wilayah kota-kota esar seperti Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Medan ,dll. Setiap dari kita sebagai individu menginginkan adanya kebanggaan dalam diri kita, dan bagaimana cara kita menampakkan kebanggaan diri kita itulah yang seringkali menjadi kesombongan materi dalam diri kita. Banyak orang menampakkan kebanggaan diri mereka dalam rupa materi, barang yang tampak, mewah dan bernilai ekonomis tinggi. Tetapi sesungguhnya bukanlah hal itu saja yang menjadi kebanggaan diri manusia, karena sesungguhnya yang dapat kita banggakan adalah POTENSI diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. lalu, apa potensi diri kita.?
Seperti yang tertulis di atas, potensi diri yang kita sadari hanya sekitar 20% dari seluruh potensi diri kita yang bisa kita tampakkan.
Potensi diri kita adalah segala sesuatu yang bisa kita capai sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna meskipun dari kita tidak ada yang sepurna.
Potensi diri kita mampu! untuk mengubah segala hal yang ada dalam diri kita yang awalnya bersifat negatif, menjadi positif, dan potensi diri, dapat mengubah kita yang tidak mampu manjadi mampu.
     
       Mari kita mengambil contoh dari sang penemu bola lampu modern, Thomas Alfa Edison. Siapa sangka orang yang dijuluki jenius seperti dia, awalnya adalah orang yang dianggap bodoh, dijuluki orang gagal. Sampai saat ia di ejek bodoh dan di rujuk keluar saja dari sekolahnya karena tidak ada yang mampu mengajarinya lagi, ia pun tersadar. Kita tahu ratusan kali percobaan penemuan yang gagal ia lakukan. Tetapi apa yang ia dapat? hak paten terhadap penemuannyadan usahanya menyatatkan namanya dalah sejarah dunia modern. Memang apa saja yang ia lakukan? Thomas Alfa Edison hanyaah orang yang memanfaatkan potensi dirinya semaksimal mungkin, lebih dari 50% potensi dirinya ia kembangkaan dan akhirnya menjadi kebanggaannya yang tak bisa digantikan orang lain.
     
       Hal apa lagi yang dapat kita ambil dari konteks bacaan mengenai potensi diri ini? ya, tentu saja Kesuksesan. Kesuksesan tiap-tiap manusia pastilah berbeda-beda, kesuksesan seringkali orang lain artikan dengan tolak ukur harta yang ia dapatkan perbulannya. Lalu bagaimana dengan orang yang mempunyai harta berlimpah di karenakan warisan dari orangtua? apakah orang tersebut dapat di sebut sukses? coba kalian renungkan. Kesuksesan bukan di nilai dari harta yang kita dapat, tetapi dinilai dari apa hasil maksimal yang telah kita peroleh untuk dalam memanfaatkan potensi diri kita. Orang yang sukses adalah orang yang mengenal dirinya lebih dari pada orang lain mengenalnya dan berhasil mengembangkan sebagian kecil potensi dirinya dalam skala yang besar. Mengubah mimpi menjadi kenyataan dan pekerja keras.


Maksimalkan Potensi dirimu, Capailah mimpimu, dan Catatlah namamu di dalam buku sejarah masa depan. GBU   :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar