Minggu, 29 Desember 2013

...


http://www.youtube.com/watch?v=iv50xrsFNdU



http://www.youtube.com/watch?v=nn3fYaSWlWE

Aku Memilih Sikap "..."

     Awalnya bingung, ingin memberi judul apa pada tulisan kali ini. hmmm.... Kembali aku akan menyajikan cerita dimana aku berada di posisi yag menurutku sulit, rumit, dan tidak tahu harus bagaimana caraku menyelesaikannya. Cerita kali ini tidak jauh dari masalah "cewek" yang sudah hampir 3 bulan bermasalah denganku, tertanggal sejak saat aku menulis tulisan ini. Jika kalian perhatiakn pada tulisan sebelumnya yang berjudul 'Keretakan Hubungan' kalian akan melihat beberapa susunan kata ataupum paragraf yang terkesan awkward. Karena memang saat itu aku sedang banyak pikiran yang membuatku sulit untuk menyusun kata dengan baik. Konsep tulisanku selalu berdasarkan fakta yang ku alami dan dengan bukti yang nyata.

    Saat ini aku masih berkutat dengan rasa benciku, sekaligus rasa sayang kepada Aya Honaleva. Rasa benci yang mendominasi, membuatku tidak nyaman. memang terdengar aneh, benci dan sayang adalah 2 hal yang berlawanan. Bagaimana bisa? Berawal dari saat keretakan hubungan yang lalu, dengan bukti yang sudah ku simpan. Hmmmm... Sudah 2 bulan lebih sejak saat aku dibohongi, yang katanya 'demi kebaikan,' apakah hal itu benar-benar untuk kebaikan? Kalau memang untuk kebaikan kenapa Aya meneceritakan hal yang tidak benar kepada teman-temannya yang bahkan aku tidak kenal, dengan menjelaskan alasan 'putus'nya hubungan denganku saat itu adalah karena aku selingkuh? atau bahasa germannya nikung, nyerong, dll, dengan cara aku dm'an (direct message dalam twitter) dengan wanita lain, hal ini tidak ku sangkal, aku memang 'ngobrol' dengan salah satu temanku di Direct Message twitter, dan saat itupun aku memberitahukannya ke Aya sendiri, dan tidak ada niat dariku untuk menutup-nutupi pembicaraan kami, Aku juga tahu Aya mengetahui password twitterku, dan alasan yang dia ajukan saat "putus" bukanlah karena DM tersebut... Kenapa Aya harus menyebar-sebarkan hal yang tidak sesuai seperti itu? memang hal itu demi kebaikan, tetapi hanya untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya tidak ada yang namanya berbohong untuk kebaikan, kebohongan hanya akan menunda pemecahan masalah, kebohongan itu sendiri saja sudah menjadi dalil dari sebuah ketidakbaikan, lalu bagaimana bisa? Memang saat itu aku ikut andil dalam membuat keretakan hubungan, dengan diriku yang berkutat dengan 'self-pity' ku yang sulit aku hilangkan di masa transisi yang terjadi setelah lulus SMA. Hal inilah yang membuat Aya sakit hati dengan sifatku yag tak kunjung membaik. Jika di urutkan, keretakan hubungan yang aku rasakan dimulai dari saat aku merasa Aya telah berubah, di awal bulan Oktober 2013, saat itu aku belum mengetahui alasan dari perubahan sikapnya yang begitu drastis. Tak habis akal, dengan cara yang tidak etis, aku mencari tahu alasan perubahan sikap dari Aya, dengan cara membuka Line sesuai dengan password yang pernah Aya beritahukan ke aku, dan teranyata benar saja. Setelah aku membuka dan mengamati pembicaraannya dengan teman-temannya, aku mendapatkan dia menceritakan hal yang tidak benar tentang diriku kepada teman-temannya, dan di saat yang sama juga aku menyaksikan sendiri pembicaraannya dengan seorang laki-laki bernama 'pip', yang ternyata saat itu dia sukai, hal ini terjadi di kisaran tanggal 6-15 oktober 2013, hanya berselang 1 minggu disaat terakhir dia tidak ingin mengucapkan kata 'sayang' lagi denganku di awal bulan oktober 2013. Memang kita sudah putus sejak bulan juli, hal ini terjadi karena aku yang memang terlalu berharap, dan sikap Aya saat itu yang terkesan melambangkan sebuah kePHPan. Faktor-faktor inilah yang semakin menegaskan keretakan hubungan kita, dari orang yang dulu pernah saling menyayangi, menjauh, bahkan menjadi benci. Tidak lama setelah aku menangkap basah Aya dan sms mesranya dengan laki-laki, sebut saja "IF", aku kembali mendapatkan Aya telah 'jadian' dengan laki-laki lain lagi yang bukan IF di tanggal 22 oktober 2013. Kalau di hitung-hitung, 22-15=7, berarti hanya dalam 7 hari atau rentang waktu seminggu saja, (dengan keadaan dia di lingkungannya saat itu yang tidak ku ketahui) dia memilih laki-laki yang lainnya lagi untuk dijadikan pasangan barunya, sebut saja 'DYS'... Hal ini dapat di analogikan bahwa keadaanku saat itu tidak hanya di Dua'in, tetapi di Tiga'in dengan si IF dan si DYS. Saat itu aku merasa sangat marah dengan sikapnya yang tidak karuan dengan lingkungan barunya. Tetapi di sisi lain, kebahagian yang kita jalin sulit untuk di lupakan, itulah yang membuatku sayang. 

     Setelah melihat firman Tuhan  pada 1 Korintus 13 aku mulai sedikit mengerti, sikap apa yang harus ku ambil, memang tidak mudah, tetapi aku harus berusaha. Dengan keadaan yang sulit, dan pikiran yang amburadul, aku berusaha menyatakan 'kasih'ku kepada Aya. Semenjak rentetan kejadian di bulan oktober itu pula, sampai saat ini, masih banyak cercaan dan hinaan yang kuterima dari Aya, salah satu yang paling ku ingat adalah saat Aya berkata "nama itu lagi nama itu lagi, muak!" yang dimaksud adalah namaku Ponang yang sebelumnya disinggung oleh temannya di twitter. Dan yang masih segar dan belum lama ini, aku memperhatikan pembiacaraan Aya dengan salah satu temannya, menyinggung tentang kejadian saat aku masih SMA, saat aku dan Aya bertengkar. Dalam rentetan kicauan itu memang tidak menyebutkan namaku, tetapi aku mengerti karena pembicaraan yang menjurus. Kicauan tersebut menyatakan bahwa aku pernah meniggalkan Aya di sekolah saat sedang bertengkar. Hal yang kembali tidak benar yang aku dapati dari Aya, dan temannya. Memang tidak ada bukti valid, tetapi aku berani bersumpah tidak pernah melakukan hal seperti meniggalkan Aya sendiri di sekolah, saat kami sedang bertengkar sekalipun hmm. Lebih tepat jika aku yang pernah ditinggalkan di sekolah, dan hal ini terjadi saat kami bertengkar di bulan maret 2012 lalu. hmmmmmm...................

     Banyak hal yang terjadi, yang menurutku tidak sesuai, ditambah sikap Aya yang menurutku semakin tidak karuan. Tidak ada alasan lagi bagiku untuk kembali mendapatkannya, kebohongan, cerita mengenai diriku yang tidak sesuai, hinaan, cercaan, dan masih banyak lagi sikapnya yang bahkan aku sendiri sangat mengenalnya selama 2 tahun, tidak bisa berkata-kata dan berkomentar lagi. Sulit bagi orang lain menyadari hal ini, karena mereka tidak mengalaminya sendiri, dan tidak memperhatikannya secara detail dengan bukti yang jelas. Sekali lagi, konsep tulisanku selalu berdasarkan fakta yang ku alami dan dengan bukti yang nyata.

     Saat ini aku juga berusaha menyatakan 'kasih' secara utuh di dalam diriku, berdasar pada 1 korintus 13. Memang sulit untuk memaafkan dan menerima begitu saja hal-hal yang tidak baik dari orang lain, mengenai diri kita, tetapi aku tidak bisa selamanya terjebak di dalam keadaan yang sangat menyita pikiranku. Aku mesih belum bisa menyatakan kasih yang "menutupi segala sesuatu" dan yang "sabar menanggung segala sesuatu"... Tetapi aku yakin dan percaya, ketika aku berhasil melewati ini semua, Dia akan memberikan segalanya yang tebaik bagiku. Dalam keadaan seperti ini, hanya "kasih" yang bisa ku usahakan dan kuwujudnyatakan di dalam setiap aspek kehidupanku. ^_^ 
Aku berharap setiap orang bisa menyatakan kasih yang tak beralasan, kepada siapapun, apapun dan kapanpu, kasih yang 'Agape' 



Yakobus 1: 2-4 
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."








I love people who hate me 
I love my enemies 
and I will pray to them
because of His eternal love
-I choose to forgive-

Minggu, 15 Desember 2013

Fenomena Salah Jurusan

 

    Salah jurusan kerap kali terjadi pada masa transisi, dimana kita diletakkan di suatu tempat di perguran tinggi yang tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Hal ini akan terdengar awam oleh anak-anak SMA yang belum pernah merasakannya. Karena belum merasakan kehidupan yang akan terjadi setelah lulus...

    Salah Jurusan menjadi hal, yang umumnya ditakuti oleh mahasiswa baru (maba) yang hendak memulai jenjang perkuliahan. Banyak hal, yang menyebabkan seseorang bisa merasa bahwa ia salah jurusan, dan yang paling umum adalah tidak adanya semangat dalam mempelajari sesuatu yang telah kita pilih di dalam jurusan tertentu. Dan seiring berjalannya waktu, mereka yang mendapati dirinya salah jurusan dengan tidak adanya semangat dalam mempelajari suatu bidang, akan menemukan berbagai macam alasan tambahan seperti; ketidakcocokan dalam kehidupan sosial, ketidak sanggupan dalam mengikuti suatu mata kuliah, dan lain-lain.

     Salah jurusan berawal dari saat kita lulus SMA. Saat itu, kita akan mulai memilih jurusan kuliah dengan harapan, dapat menopang masa depan kita dengan sangat baik. Pada saat itu (saat-saat pencarian jati diri), untuk sementara waktu kita melupakan apa yang menjadi kesenangan kita terhadap suatu bidang pelajaran. Contohnya; pada pengalamanku saat itu, aku memilih IT karena mempunyai prospek yang bagus, mudah untuk mendapatkan kerja, dan dengan gaji yang tidak sedikit. Tetapi apa yang terjadi setelah itu? Saat itu aku lupa, aku mempunyai kemampuan lebih untuk mengolah seni, dan kreativitas yang sangat baik, dan aku sangat semangat dalam mempelajari dalam dunia otomotif. Aku juga lupa terhadap kepuasan yang ku dapat saat aku menyelesaikan sebuah karya seni. Aku terlalu khawatir dengan masa depanku jika aku hanya mengikuti apa yang kusukai. 'Gaji yang besar,' hanya itu yang kuinginkan. Memang betul itu yang diinginkan setiap orang, jika kita berfikir realistis, dengan apa kita dapat menghidupi keluarga kita nanti, jika pendapatan kita pas-pasan, atau malah berkekurangan? tapi sudahlah, kita memang harus realistis, tetapi jangan melupakan pengharapan yang menjadi semangat kita untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Lihatlah orang-orang sukses dalam bidangnya masing-masing. Hal tersebut bisa terjadi karena mereka menjalani apa yang menjadi semangat mereka untuk terus tumbuh, dan berkembang. Jika itu mengenai hal "realistis," yang perlu kita sadari hanyalah persaingan yang semakin ketat, di dalam menempuh puncak tertinggi. Tidak akan ada jalan yang mudah dalam mencapai puncak keberhasilan kita, apa yang kita perjuangkan, itulah yang akan kita dapat. Seharusnya, persaingan dalam dunia kerja bukan masalah, karena kita menjalani kehidupan kita dengan enjoy. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan dan kepuasan diri. Seandainya banyak orang yang menyadari hal itu, hidup di dunia bukan lagi menjadi suatu hal yang harus ditakuti, tetapi bagaimana cara kita menikmati dunia, dan karunia yang disediakan Tuhan kepada kita. Tuhan menciptakan setiap manusia itu berkelebihan, kita harus sadari hal itu!

     Contoh mudah, dengan tujuan apa seseorang bercita-cita ingin menjadi guru? bukankah gaji guru tidaklah besar? Memang profesi guru saat ini menjadi opsional pekerjaan. Tetapi tidak sedikit juga yang menjadikan ini sebagai sebuah impian dan cita-cita. Karena di dalam profesi sebagai guru, ada kepuasan yang kita dapatkan, terutama ketika kita berhasil membuat anak murid kita mengerti dengan apa yang kita ajarkan. Memang tidak dibayar dengan harga yang mahal, tetapi hal itu merupakan sebuah kepuasan diri yang tidak bisa dibeli! kita akan selalu merasa berkekurangan, ketika kita mengejar uang di dalam pekerjaan. Meskipun kita harus tetap realistis terhadap dunia, kita tidak bisa hidup tanpa uang, tetapi tanpa uang, kita bisa bahagia. Hal inilah yang belum bisa dimengerti oelh kebanyakan orang. Apa lagi yang bisa kita tuntut dari Tuhan? Sedangkan Ia sudah memberi kita 'Kasih' yang tidak ada harganya. Apa alasan kita hidup? Untuk jadi kaya dalam harta dan memuliakan banyak orang? Untuk tumbuh di dalam iman, mempelajari esensi kehidupan dan mengabarkannya kepada banyak orang? Atau hidup untuk melayani sesama, dengan atau tanpa bayaran? Hidup itu mudah, Tuhan telah menyediakan segalanya ada, dan menuntut pekerjaan dari kita, tetapi dunia'lah yang membuat semuanya menjadi susah. Temukan alasan kamu hidup di dunia! renungkanlah! untuk apa kamu melakukan semua yang telah kau lakukan?

     Saat masuk ke dalam dunia perkuliahan kita akan tahu dan akan mengerti mengenai 'salah jurusan.' fenomena ini akan banyak terjadi pada mahasiswa yang merasa bahwa 'ini bukan tempatku,' atau 'aku tidak merasakan semangat dalam mempelajari hal ini semua,' dan memang ini yang akan banyak terjadi di semester satu. Jarang ada mahasiswa yang menyatakan diri untuk keluar di semester 1, karena sesungguhnya itu masa-masa perkenalan. Tetapi bukan berarti mahasiswa yang menyatakan diri untuk 'out' tidak berfikir panjang, karena aku adalah salah satunya. Ada yang memilih untuk keluar dan berusaha menggapai jalannya sendiri, dan ada pula yang mengikuti arus dengan berusaha menetap. Saat itu kita akan dihadapkan pada pilihan sulit yang didasari pada pemikiran matang kita tentang masa depan. Fenomena salah jurusan akan banyak kita temui, tetapi pilihan dan keputusan yang diambil setelah itulah yang perlu banyak kita pelajari.

     Sempat, suatu saat aku 'ngobrol' dengan salah satu temanku, yang juga merasa salah jurusan. Dia memiliki pandangan dan keputusan yang berbeda dariku mengenai salah jurusan yang sempat dia rasakan. Sedikit cerita: saat ini dia kuliah di salah satu perguruan tinggi negri di Malang, dengan jurusan Teknik Pangan. Dia sempat merasa salah jurusan karena dia tidak merasakan semagat dalam mempelajari bidang yang ia jalani saat ini. Suatu saat, di dalam ke'galau'annya dia menemui hal yang membuat dia bersyukur, karena Tuhan telah menempatkan dia di tempat ia belajar saat ini. Suatu kali ada temannya yang berkata kepadanya, "tadinya jurusan lo itu, pilihan pertama gue loh," dan ada pula yang berkata "itu jurusan yang paling gue incer loh!" Tidak hanya itu, dia juga merasa tidak nyaman dengan proses pembelajaran yang dia hadapi di semester pertama, tetapi, salah seorang senior berkata kepadanya, "baru juga semester satu." Beberapa kutipan perkataan tersebut membuat dia semakin berfikir tentang apa yang dia jalani saat ini. Dan sampai pada akhirnya dia mendengar Khotbah mengenai 'rancangan' Tuhan, dan termotivasi oleh kata-kata seorang motivator yang berkata, "kalian berada di sini bukan karena suatu kecelakaan, Tuhan menempatkan kamu disini 'pasti' ada maksudnya." Dengan berbagai macam pertimbangan, dan kata-kata positif yang diucapkan orang-orang disekitarnya, dia justru semakin merasa bersyukur dengan keadaannya saat ini. Tidak banyak orang yang bisa seperti dia. Dia merasakan kehadiran Tuhan dengan cara yang berbeda denganku. Pada posisiku, aku mempelajari betul apa yang akan ku hadapi di semester mendatang, mengolah dan terus mencari jalan keluar. Aku menonton banyak acara motivasi, dan banyak membaca firman Tuhan. Ada dua poin utama yang membuatku berani  untuk 'bergerak keluar.' Yang pertama, motivasi oleh Mario Teguh, yang berkata "anak muda harus berani mengambil resiko dan mengeksplor dunia." kata-kata Mario Teguh tersebut hampir sama seperti yang dikatakan seorang pendeta di kota Solo bernama pak Obaja, dia berkata "buatlah keputusan yang radikal, dimana di dalam keputusan tersebut kita percaya bahwa Tuhan menuntun kita menuju arah yang lebih baik, keputusan untuk maju!" Dan yang kedua, ku dapatkan melalui firman Tuhan yang berkata "Janganlah kau kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah permohonanmu di dalam doa, dengan ucapan syukur!" kedua poin inilah yang membuatku berani melangkah dan maju, untuk menjalani hidupku, dan menyerahkan keputusanku di dalam Tuhan.

 Tuhan bekerja di dalam setiap hidup manusia, bahkan dengan sudut pandang manusia yang berbeda, tetapi tetap mengarah kepada hal yang sama, yakni demi kebaikan hidup kita, dan karena kasihNya kepada kita. Maka sudah seharusnya kita mengucap Syukur atas segala yang terjadi di dalam hidup kita, dan apa yang kita miliki saat ini, dengan tanpa melupakan 'hikmat' yang kita miliki...

Salah Jurusan? Temukan Jawabanmu di Dalam Tuhan!
-Tuhan Memberkati-

Sabtu, 07 Desember 2013

Seiring Datangnya Kekuatan Besar, Datang Pula Tanggung Jawab besar

                Judul diatas mengingatkan kita kepada sebuah film superhero yag tidak lain dan tidak bukan adalah ‘Spiderman.’ Memang benar apa yang di katakana paman Ben. Begitu juga didalam kehidupan nyata ini, seseorang yang cukup kuat akan selalu diikuti dengan masalah-masalah dengan intensitas yang padat. Tuhan akan menyertakan orang kuat dengan masalah yang besar agar bisa ia dapat menyeselaikannya. Tuhan tidak akan memberikan masalah besar pada orang lemah, karena Tuhan tidak akan memberikan masalah di luar dari kemampuan kita untuk menanggungnya. Bagaimana dengan kehidupanmu dan masalah di dalamnya?



               Aku bersyukur terlahir sebagai Ponang Adi Nugraha karena Tuhan menyertaiku dengan berbagai masalah yang kuterima dan yang bisa ku tanggung, yang paling lama dan sarat akan pelajaran yang bisa ku terima dan ku tanggung adalah ketika aku duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman tinggal kelas yang ku alami saat kelas 5 begitu mengena dan terkenang, aku tidak bisa melukapan setiap menitnya saat aku mengetahui ketertinggalanku saat itu. Di waktu yang sama, aku memutuskan pilihan untuk pindah sekolah karena malu menjadi adik kelas dari teman-teman yang sebelumnya satu angkatan denganku. Sebuah keputusan sulit yang luar biasa yang bisa di ambil seorang anak SD berumur 11 tahun. Dari sekolah bernama Marsudirini di Bekasi, aku pindah ke sekolah bernama Mahanaim, yang letaknya tidak jauh dari Marsudirini. Saat itu aku merasa dengan kepindahanku, masalaku akan selesai begitu saja, tetapi tidak.
              
              Hari pertama di sekolah baruku, aku kembali shock dengan kenyataan yang kuterima bahwa aku sekelas dengan teman-teman yang seharusnya menjadi adik-adik kelasku. Tekanan batin yang sungguh berat bagi seorang anak SD, saat itu aku berusaha bangkit dan memang tidak mudah bagiku, butuh waktu lebih dari 3 bulan untukku menyesuaikan diri dengan lingkungan baruku dan teman-temanku. Terkadang aku merasa lebih mampu dan menyombongkan diri atas umur yang lebih tua dari teman-temanku satu angkatan. Dan disinilah awal Tuhan menjamahku. Pengalaman tidak naik kelas membuatku selangkah lebih maju dari teman-teman sebayaku, entah itu dalam hal kedewasaan, ataupun pola pikir. Beruntung aku pindah kesekolah yang lebih mendekatkanku dengan Tuhan, yaitu Mahanaim. Sebelum itu aku seperti masa bodoh dengan makna dari kepercayaan itu sendiri. Misalnya dai saat teman-teman sebayaku bersekolah minggu, aku lebih memilih duduk di tangga dan bermain sendiri, tanpa memperdulikan pelajaran apa yang ku dapat.
               
           Mahanaim berhasil memberikan pelajaran dan pengalaman yang sangat berarti bagiku, terutama dalam kehidupan sosial beserta masalah yang ada di dalamnya. Lalu berlanjut kedalam kehidupan SMP ku. Ya, di dalam kehidupan SMP, aku kembali menjadi Ponang si pemalas. Aku belum benar-benar memikirkan masa depanku saat itu. Yang ku pikirkan singkat saja, hanya teman, dan permainan didalamnya. Masa-masa SMP bukan menjadi masaku untuk mencari jati diri, tetapi masa untuk bermain dan mencari banyak teman. Dan betul saja, memang banyak sekali taman yang ku dapatkan dan sampai saat ini masih terkenang di dalam pikiranku. Ku rasa masa SMP adalah masa-masa terindah di dalam kehidupanku, hhehe… banyak pertemanan yang ku jalin, dan sedikit bumbu cinta monyet di akhir pekan.

Berlanjut ke masa SMA, disilah aku melakukan gebrakan, bahkan sudah ku mulai di saat pertamakali aku duduk di bangku SMA. Bukan lagi menjadi Ponang si pemalas, hal itu sudah hilang di kelas 10. Saking rajinnya, aku berhasil mendapatkan rangking di kelasku, memang bukan rank 3 atau 5 besar, hanya ranking 7 danri 35 siswa. Mungkin hal itu bukanlah prestasi, atau mungkin kejatuhan bagi anak yang selalu mendapatkan ranking 5 besar sejak kecil, tetapi bagiku yang pernah tinggal kelas ini, hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa yang bisa kudapatkan di dalam hidupku… beranjak dari situ, aku bisa masuk ke dalam kelas IPA yang saat itu masih dianggap superior, karena berisi anak2 cerdas yang saling bersaing. Tentu saja aku tidak mau kalah dengan mereka. Semangat yang timbul menggebu-gebu di awal akhirnya runtuh ketika aku mulai menyukai seseorang yang akhirnya menjadi pacar pertama ku. Selama 2 tahun aku menjalin hubungan dengan dia, dan ku rasa hal ini yang menjadi penghambatku untuk maju dalam pengembangan diriku, tetapi hal ini juga yang memberiku pelajaran berarti tentang kehidupan berpasangan, ya kehidupan cinta. Memang indah, tapi menjatuhkan. Masa-masa SMA ku lewati dengan sangat sulit dan dengan banyak kejatuhan yang ku hadapi, disini kehidupanku kembali diuji dan diingatkan Tuhan..

Berhasil melalui Ujian nasional dan lulus SMA dengan nilai pas-pasan membuatku berfikir kembali, apakah IPA adalah jurusan yang tepat bagiku di saat SMA? Hmmm mungkin tidak, tapi aku tahu rencana Tuhan meletakkan ku di sana adalah untuk lebih mendewasakan aku dan memberikanku pelajaran yang sangat berarti mengenai kehidupan yang sebenarnya. Dan inilah berkat Tuhan sesungguhnya yang menberikanku berbagaimacam rintangan sulit yang Tuhan tahu bahwa aku bisa menghadapii dan menyeselaikannya.

Saat lulus dan tidak diterima di perguruan tinggi negri dengan jurusan yang ku mau, membuatku jatuh dan memilih alternatif lain, dengan jurusan  yang memiliki prospek tinggi, hal ini juga sudah ku jelaskan di tulisan sebelumnya dalam ‘antaraPassion dan Waktu’ dan ‘Mengambil Keputusan Sulit.’ Tidak hanya masalah ketidak cocokan di dalam mengambil jurusan kuliah, masalah cintapun juga menimpaku di saat yang sama. Kedua hal itu sempat menjatuhkanku ke jurang terdalam di dalam kehidupanku. Aku tidak bisa berfikir jernih dan matang tentang apa tujuanku setelah ini karena pemikiran yang tebagi-bagi atas masalah yang kuterima. Memang sulit untuk bangkit, tapi pengalaman membentukku, aku Tahu aku kuat sehingga Tuhan memberikanku berkat masalah yang besar bagiku. Aku selallu menjadikan masalah sebagai berkat, karena di dalam setiap masalah’lah kita tumbuh dan berkembang. Aku kembali berfikir, mengapa Tuhan meberikanku ini, karena aku tahu Tuhan tidak akan memberikan masalah tanpa alasan. Aku kembali flashback tentang apa yang ku alami selama setahun penuh. Dan aku sadar Tuhan menempatkanku di Jurusan ini (TI)  bermaksud untuk menyadarkanku atas passion dan semangatku selama ini yang sudah lama hilang, dan kenapa di Jogja, juga Tuhan bermaksud untuk mendidikku denga keras, untuk kemandirianku dan menyelesaikan sendiri setiap masalah yang ia curahkan kepadaku. Dan mengingat masa kelas 10 dimana aku dapat melakukan akselerasi dengan sangat cepat dan berhasil sampai di puncak kehidupanku saat itu, saat aku tidak mempunyai pacar hehehe. Aku kembali sadar maksud Tuhan menjauhkanku dari pacarku saat itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mebuatku lebih rajin dan sadar bahwa Tuhan ingin berkata ‘Ponang, kemampuan kamu lebih dari pada ini, Aku tahu, dan inilah maksudKu atas semua yang terjadi kepadamu, perjuangkan hidupku, berhentilahh bermalah-malasan.’ Aku juga mulai sadar, masa2 pacaran yang memberiku banyak pelajaran, di lain sisi merugikanku dalam masalah pengembangan kepribadian, dan kemampuan hidupku. Dan inilah berkat Tuhan yang sesungguhnya, dia memberikan anakNya sebuah masalah besar karena Tuhan tahu kemampuan kita lebih besar dari semua yang kita hadapi, dan Dia ingin menyadarkan sesuatu tentang hal yang baik yang telah hilang dalam diri kita…

Ingat !! TUHAN PUNYA RENCANA… yang pastinya lebih indah dari apa yang kita pikirkan. Dia memberikan masalah sesuai dengan porsi kekuatan, ketahanan dan kemampuan kita sebagai anakNya. Seperti apa masalahmu? Temukan jawabannya di dalam Tuhan, selamat menikmati masalah yang Ia berikan kepadamu… pasti ada maksudnya ^_^ GBU…

Seiring Datangnya Kekuatan Besar, Datang Pula Tanggung Jawab besar


Rabu, 04 Desember 2013

JATEN after two years

kali ini aku akan benar-benar sharing tentang pengalamanku saat berkunjung ke desa Jaten kecamatan Argosari, tapatnya di Bantul Yogyakarta. Awal cerita bermula sejak aku mengikuti rentetan acara "Live In" yaitu acara seminggu utuh bagi kami, para murid yang tinggal di kota dengan segala fasilitas dan kemewahan yang kami dapatkan, agar kami tidak hanya dapat bersimpati, tetapi juga ber-empati terhadap kehidupan pedesaan yang sangat jauh dari kata 'mewah.'
Saat itu, aku benar-benar bisa merasakan sebuah kehidupan yang sangat berbeda 180 derajat dari kehidupanku yang biasa ku lakukan di rumahku di kota. Dan saat ini, setelah 2 tahun sejak acara 'Live In' diadakan, aku kembali berkunjung ke desa Jaten tersebut. Dan apa yang ku temukan disana sangatlah menyentuh, dan menurutku itu adalah sebuah hal yang bisa dikatakan 'Wow' mengapa? karena ada hal yang ku perhatikan, dari sisi antropologi atau kemasyarakatan dari beberapa penduduk desa jaten tersebut, ya memang bisa dibilang, aku hanya seperti mengambil sampelnya saja...


- Hal pertama yang ku perhatikan setelah 2 tahun adalah, kehadiran kami saat 'Live In' berlangsung benar-benar berkesan bagi mereka, apalagi kita melewati masa 'Live In' tersebut selama 1 minggu penuh. Aku bisa menyimpulkan seperti ini karena pada saat aku melakukan obrolan santai bersama keluarga asuhku di tempat 'Live In' ternyata mereka masih benar-benar mengingat nama-nama kita, dan kegiatan apa saja yang telah kita lakukan di desa Jaten januari 2012 lalu. jujur, aku saja lupa, nama ibu pengasuhku saat itu, hehehehe.. Hal tersebut bisa ku anggap luar biasa karena mereka adalah orang desa, yang bisa dikatakan tingkat pendidikannya tidak seperti kita tapi mereka bisa mengingat dengan jelas kegiatan 'Live In' yang telah berlangsung kurang lebih 2 tahun sebelumnya. Mengapa bisa seperti itu? hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor.. Pertama, kegiatan 'Live In' yang kita laksanakan 2 tahun sebelumnya benar-benar bekesan bagi mereka, mereka sangat senang dengan keberadaan kami di desa Jaten tersebut. salah satu ibu di desa tersebut juga sempat bercerita, bahwa keadaan desa tanpa acara 'Live In' terasa sepi, hanya kegiatan perkumpulan penduduk yang biasa dilakukan 1-2 minggu sekali saja yang membuat keadaan di desa tidak terlalu membosankan...

 - Hal kedua yang perhatikan adalah ketika Ibu bercerita tentang kematian salah satu tetangga yang menurutku ada sebuah kejanggalan dari cerita ibu tersebut, karena alasan kematian tetangga itu adalah bunuh diri, dengan menyeburkan diri ke dalam sumur... hmmmm mungkin aku yang tidak mengetahui kronologi dari kejadian tersebut bisa menyebut hal ini janggal karena mungkin saja tetangga tersebut mengalami kecelakaan keja seperti terpeleset atau karena hal lainnya... Hal kedua ini cukup unik, karena menurut pendapatku, dengan cerita ini, warga desa akan dengan otomatis mempercayai suatu hal tanpa ada penyelidikan lanjut terlebih dahulu. Kenapa bisa begini tentu saja dilatarbelakangi oleh pendidikan yang sangat minim. Tidak hanya itu, saat aku mendengar cerita tersebut, tidak ada ekspresi khusus dari Ibu tersebut, hal ini bisa jadi, mereka sudah terbiasa dengan cerita-cerita yang sifatnya janggal dan menyeramkan seperti itu. Sebenarnya hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada tindak lanjut khusus, bukan mengenai peristiwa kematian, tetapi sifat warga desa yang masih terbelakang. Seharusnya ada semacam sekolah desa yang mengajarkan mulok, bimbingan konseling, maupun pengembangan kepribadian dan semacamnya... hmmmmm


berikut adalah bukti bahwa bapak ibu tersebut masih mengingat nama anak asuh mereka

dan kiranya cukup sampai disini ppembahasan saya mengenai desa Jaten, dan kehidupannya setelah 2 tahun tidak berkunjung. Kesimpulan yang saya ambil adalah, tidak ada yang berubah sejak 2 tahun lalu, dan memori yang terbentuh setelah 2 tahun, masih sangat mengena di hati dan pikiran mereka...
sekian :D

-keadaanlah yang membentuk 'mereka,' dan hati yang menjalankan kehidupan 'mereka'-
-Ponang Adi Nugraha-

Minggu, 01 Desember 2013

Mengambil Keputusan Sulit


pada tulisan kali ini saya akan membagikan pengalaman saya amengenai pengambilan keputusan...
dalam beberapa tulisan terakhir, saya banyak membahas tentang 'Pindah Jurusan' dalam perkuliahan, dan inilah awal dari kepindahan jurusan yang saya lakukan, dengan mengambil keputusan yang akan berdampak besar pada masa depan saya...

hmmm... sebuah kata yang sangat simple, tapi berdampak sangat besar terhadap kehidupan... Setiap manusia, pada saatnya akan di hadapkan kepada pilihan-pilihan yang sangat berat, dan keputusan yang akan kita ambil akan sangat berpengaruh dengan apa yang akan kita lakukan di masa depan... Dan ini adalah saatnya bagiku untuk mengambil keputusan itu, keputusan untuk keluar dari universitas tempatku kuliah saat ini, yaitu Sanata Dharma, tepatnya keluar dari prodi TI. awalnya memang banyak pertimbangan yang di hadapkan padaku, mulai dari biaya yang sudah di keluarkan, waktu yang akan ku buang, kehormatan diriku sendiri, dan masih banyak lagi pertimbangan yang menyurutkan niat untuk pindah. Tetapi faktor ketidaknyamananku disini lebih besar dari itu semua, jika itu masalah biaya yang sudah di keluarkan, aku bersyukur mempunyai orangtua yang mampu membiayakan ku untuk kuliah sekali lagi di tempat yang berbeda sesuai dengan minat dan bakatku, untungnya aku belum membayar uang sekolah secara utuh hhehe. dan pertimbangan kedua mengenai waktu. Ya dengan ini aku telah kehilangan waktu selama 2 tahun, tetapi apa jadinya jika aku menjalani ketidaknyamanan ini selamanya, aku akan kehilangan kebahagiaan dan semangatku untuk tumbuh.



mengambil kata-kata dari sesepuh Mario Teguh, "sebagai anak muda, kita harus berani mengambil resiko, jangan menunggu hingga kita tidak cocok lagi untuk mengambil resiko, selagi muda, ambilah resiko sebanyak2nya dan belajarlah dari situ" (kurang lebih seperti ini) itu salah satu kalimat yang memotivasiku. dengan itu aku sadar bahwa aku masih muda, selama ini aku merasa sudah terlambat untuk melakukan hal seperti mengambil resiko, but, hey i'm still 19 years old here... hahaha...
seorang pendeta, di kota Solo juga sempat memberiku motivasi lewat kata2nya. Saat itu dia berkhotbah tentang mengambil langkah yang radikal, dan percaya bahwa Tuhan menyanggupi kita. selama ini aku sudah terlalu sedih akan keadaanku, aku berfikir, kenapa aku bisa sampai di tempat ini, kenapa Tuhan merencanakan hidupku seperti ini, seharusnya aku tidak boleh sedih, jika tahu Tuhan sedang membangun jalan yang baik untukku.. Dan aku sadar ini adalah berkat Tuhan yang paling luar biasa di dalam hidupku, aku menganggap pengalamana yang kujalani selama di Jogja sini merupakan retret terlama dan paling banyak pelajaran yang ku dapatkan. Dengan segala keletihan hati, keputusan yang radikal, langkah2 penting dan sulit ini, aku ingin membagikannya kepada orang banyak, dan menjadikan hidupku sebagai pelajaran yang berarti dan memotivasi orang lain...

kembali lagi soal mengambil keputusan, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan..
Pertama: kita harus memikirkan resiko yang akan kita hadapi setelah mengambil keputusan
kedua: menimbang-nimbang apakah keputusan yang kita ambil tersebut adalah tepat
ketiga: kita harus membuat rencana matang, tentang hal apa saja yang akan kita lakukan setelah mengambil keputusan
keempat: kita harus menyakinkan diri kita atas keputusan yang akan kita ambil akan berdampak baik pada diri kita
kelima: mengkaji kembali apakah keputusan kita adalah tepat, kita harus banyak belajar dari pengalaman orang lain yang pernah di hadapkan pada situasi yang kurang lebih sama seperti kita saat hendak mengambil keputusan
keenam: ambil keputusan dengan tegas dengan segala pertimbangan yang telah di diskusikan dan berbagai macam resiko yang akan di hadapi
ketujuh: untuk menyempurnakan keputusan yang akan kita ambil, inilah yang terpenting, Percaya dan Berdoa bahwa keputusan yang kita ambil adalah tepat, dan inilah jalan yang Tuhan rencanakan untuk kita..
hmmm, itulah pengalaman yang saya hadapi dalam mengambil keputusan.. awalnya memang sulit, tetapi aku bersyukur, aku masih mendapatkan dukungan untuk ini, banyak motivasi yang tepat dan mengena di dalam diriku, sehingga aku berani mengambil resiko di balik keputusan ku ini.

hal hal yang akan terjadi selanjutnya akan ku bahas di dalam tulisan selanjutnya... saat ini aku hanya bisa berbagi pengalaman singkat mengenai keputusan, dan persiapan dalam mengambil keputusan yang sangat sulit tersebut. dalam beberapa bulan aku akan membagi pengalamanku atas hasil keputusan yang radikal ini...
semoga bermanfaat, Tuhan meyertai kita semua ^_^

Rabu, 27 November 2013

Mengenal Teknik Informatika (TI)



Teknik Informatika atau biasa disingkat TI, adalah salah satu jurusan dengan prospek yang sangat luas. Sebelum memilih jurusan dalam perkuliahan, kita harus benar-benar mengerti apa yang akan kita hadapi. pada era globalisasi dewasa ini, TI menjadi pilihan yang paling tepat untuk mengejar kesejahteraan dalam keuangan di masa depan. dan sesuai dengan judul blog sebelumnya mengenai "antara Waktu dan Passsion" yang membahas tentang salah jurusan dalam dunia perkuliahan. aku akan mengembangkannya dengan pembahasan jurusan yang membuatku ingin pindah, atau salah masuk, langsung saja~

contoh program sederhana (program NETBEANS) bebasis JAVA

TI, dari namanya saja kita sudah tahu kalau di dalam teknik informatika kita akan memperdalam ilmu komputer, terutama di dalam bidang programming. selama setengah tahun aku belajar tentang pemrograman. Tidak hanya itu, aku juga belajar mengenai ilmu logika dan penerapannya di dalam ilmu komputer, entah itu dalam bentuk matematika diskrit, sistem digital yang mencakup algoritma, bilangan biner/hexa/dll, flowchart, dan masih banyak lagi. Yang akan kita hadapi pada semester 1 adalah basic dari ilmu komputer ini. bagaimana komputer terbentuk, sebuah layar bisa menghasilkan gambar, dan itu terasa luarbiasa, bagaimana benda-benda ini bisa terbentuk... ya, selain ilmu dan penerapan pemrograman, kita juga akan belajar fisik dari komputer itu sendiri. Rasanya sama seperti dokter yang mempelajari satu objek saja, yaitu manusia, kita juga mempelajari objek komputer beserta bagian2nya.. bahkan kita juga akan mempelajari virus dan antivirusnya. bedanya ini adalah mesin yang gak banyak protes, tapi sekalinya eror marakke mumet (bikin pusing) hhehe.. 



hmmmm... bayangkan saja, bagaimana sebuah rangkaian listrik dapat menghasilkan gambar yang sangat bagus, sebuah keping CD dapat menyimpan suara seseorang dan memainkannya berulang-ulang, atau sebuah chip yang besarnya kurang dari 1x1cm bisa menjadi otak dari komputer.. itulah bagian yang luarbiasa dari ilmu Teknik Informatika. Jangan berhayal terlalu tinggi, kita bisa saja menjadi seperti bill gates atau Steve Jobs yang menjadi motor dari 2 perusahan komputer terbesar di dunia, mereka tidak sendiri, dan apa yang mereka capai adalah karena sebuah inovasi. inilah bagian tersulit dari TI. benar apa yang dikatakan Enstein, imajinasi lebih penting dari penerapan sebuah ilmu. dan disinilah bagian yang tidak bisa kita pelajari, kita di tuntut berfikir keluar dan kreatif. Apalagi pada semester satu kita hanya akan mempelajari ilmu pemrograman entah itu berbasis JAVA, C++, Visual Baic, dan lainnya. Program yang akan kita buat juga sangat sederhana, dan penjurusan yang ada di dalam TI seperti basis data, dll.. Jadi jika kita tidak mempunyai semangat dan gairah dalam memperdalam ilmu komputer ini, dan tidak bisa bertindak 'Out of the Box' atau berkembang di luar kelas perkuliahan, kita tidak akan bisa seperti mereka yang telah mendahului kita. 


Kalau yang kita kejar hanya kemapanan, itu salah besar... orang mapan itu banyak faktornya... Dan memilih jurusan kuliah yang kita anggap sebagai jurusan yang berprospek BUKANlah faktor dari kesuksesan, tetapi menjalani apa yang menjadi semangat kita untuk berkembang, dan mau belajar, itulah kesuksesan yang sebenarnya. karena sukses itu relatif, sekedar share dan pengalaman saja, aku pernah tinggal kelas di kelas 5, dan setelah itupun aku sulit berkembang dalam belajar, memasuki bangku SMA aku mulai berkembang dan akhirnya bisa mendapat ranking kelas, saat itu rank 7.. mungkin itu ranking terburuk bagi anak yang selalu rank 3 besar, tetapi itu adalah sebuah pencapaian yang sangat besar bagiku yang pernah tinggal kelas ini... kembali lagi ke TI. jika kalian ingin masuk ke dalam jurusan ini, aku sarankan kalian harus bena-benar menyukai komputer dalam suka maupun duka. Karena jika tidak, kalian hanya akan menjadi 'robot' yang sebenarnya dikendlikan komputer sendiri. jangan menyia-nyiakan hidup, dan jangan membuat hidup anda membosankan. Temukan alasan hidupmu, dan jalani yang mebuatmu semangat, "purpose and passion driven life"

salam...
semoga bermanfaan ^_^

Selasa, 19 November 2013

“KASIH”


Pada kali ini bukan mengenai pengalaman hidup yang ingin aku sampaikan, melainkan menenai pelajaran hidup yang saat ini sedang ku terapkan di dalam kehidupanku, mengenai kasih. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kasih berarti perasaan sayang terhadap seseorang. Terdengar sangat sederhana dan mudah di pahami, aku yakin dengan arti KBBI tersebut, pembaca juga merasa pernah mengalami kasih. jika diartikan ke dalam bahasa inggris, kasih juga berarti Love yang juga mempunyai arti Cinta. Tetapi makna kasih yang sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Di dalam kasih akan ada banyak pengorbanan, penderitaan, kebahagiaan, dan kesempurnaan hidup.dan itulah yang akan saya kupas secara lebih mendalam.

Bagaimana cara kita mengerti kasih? Kasih tidak bisa dipelajari melalui perkataan orang lain, kasih juga tidak bisa kita mengerti hanya dengan membaca buku. Kita secara pribadi harus benar-benar mengalami dan merasakan kasih itu sendiri, entah kasih yang orang lain curahkan kepada kita, atau kasih yang berasal dalam diri kita sendiri. Berbeda dengan cinta, cangkupan dari kasih lebih luas. Kasih tidak terbatas pada hubungan laki-laki dan perempuan. Kasih itu tanpa batas, dan ada beberapa hal yang perlu kita perdalam untuk kita benar-benar bisa menerapkan kasih di dalam kehidupan kita.

kasih dapat didefinisikan dalam beberapa makna. Dalam iman kristiani, aku belajar bahwa kasih yang sesungguhnya bermakna “kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak pernah menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi ia bersuka cita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu.” Makna yang sangat luas, dan kadang ada bagian dari kasih yang tidak kita mengerti. Contohnya; bagaimana kasih itu tidak cemburu, atau bagaimana kasih itu menutupi segala sesuatu? Sesuatu dengan paragraf ke 2, kita tidak bisa mengerti kasih jika kita tidak mengalaminya sendiri.

Dalam kehidupan saat ini, aku belajar banyak tentang kasih yang disampaikan dalam firman Tuhan tersebut. Aku merasa sudah menerapkan kasih yang sesuai dengan definisi di atas, tetapi sesungguhnya hal itu belum kunyatakan seutuhnya di dalam kehidupan ini. Aku mempunyai pengalaman yang mewakili keseluruhan dari kasih tersebut. Saat itu aku merasa bahwa aku sudah bisa menerapkan kasih yang sesuai dengan apa yang firman Tuhan beritakan. Aku bisa mengerti apa itu kesabaran, murah hati, tidak cemburu dan seterusnya. Tetapi sesungguhnya aku masih belum menerapkan beberapa bagian dari kasih. Contohnya; aku seringkali menyimpan kesalahan orang lain. Mungkin pada saat itu bisa saja kita berkata bahwa kita sudah melupakannya, tetapi disisi lain kita bisa mengungkapkan secara jelas dan terperinci kesalahan dan ketidakbenaran orang lain itu. Itu menandakan bahwa kita masih menyimpan kesalahan orang lain. Hal ini juga berhubungan dengan kasih yang menutupi segala sesuatu. Di saat kita masih menyimpan kesalahan orang lain, itu menandakan bahwa kita belum seutuhnya bisa memaafkan orang tersebut, tidak hanya itu, kita juga akan dengan senang hati menceritakan kesalahan orang lain tersebut kepada banyak orang, terutama orang-orang terdekat kita. Hal ini bertentangan dengan kasih yang menutupi segala sesuatu. mungkin do benak kita akan berfikir, “mengapa kita tidak boleh menceritakan kegelisahan kita terhadap orang lain? Bukankah itu akan menyiksa kita jika kita mengungkapkannya?” Ya, memang benar itu akan menyiksa kita. Tetapi apa jadinya jika kita menceritakan kesalahan orang lain? Hal ini tentu saja akan memperburuk citra orang yang kita ceritakan di mata orang lain. Bagaimana jika anda berada pada posisi yang disalahkan? Itulah yang dimaksud dengan kasih yang menutupi segala sesuatu, bukan berarti kita tidak boleh bercerita tentang kegundahan hati kita. Boleh saja, asalkan jangan terlalu berlebihan. Kita bisa mengungkapkan isi hati kita kepada orang lain lalu melupakannya, dengan mencari solusi, bagaimana kita dapat memaafkannya. Lebih baik kita yang memulai kasih, dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang kita rasa sudah berbuat buruk pada kita. Kita tidak bisa memandang hanya dari sebelah mata kita saja, kita harus memperluas pandangan kita tentang sikap orang lain yang kita anggap itu salah. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas anggapan sepihak, jadi kita harus mengintripeksi diri kita terlebih dahulu, kenapa orang lain itu bisa berbuat seperti itu kepada kita, apa yang menjadi dasar orang tersebut berbuat demikian? Akan selalu ada alasan dalam perselisihan dan itu bisa dengan mudah kita seleseikan dengan keterbukaan dan sikap memaafkan. Itulah kasih...

Memang sulit untuk menerapkan kasih secara sempurna di dalam kehidupan kita. Tetapi percayalah, hal ini yang menjadikan kita sempurna dalam hidup. Dengan kasih kita akan selalu mensyukuri hidup ini, tidak hanya itu, kita juga akan lebih dekat dengan Tuhan.

Pada hari ini, bagian kasih yang mana yang belum kita terapkan di dalam kehidupan kita? Ayo kita sempurnakan kasih di dalam kehidupan kita. Dimulai dengan memperluas pandangan kita tentang kehidupan ini ^_^
-Karena kasih adalah sumber kehidupan yang sejati-

Tuhan Memberkati Kita Semua

Rabu, 13 November 2013

Pindah Jurusan (Antara Passion dan Waktu) part 1



YA.. Sesuai dengan judul di atas, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya tentaang dunia perkuliahan, dan semua dimulai sejak saya duduk di bangku kelas 3 SMA...

Masa-masa paling indah adalah masa-masa disekolah, dan hal itu tidak dpat kita pungkiri, bagi kita yang telah merasakan asam dan garam, menjadi seorang yang dewasa. Sulit untuk dimengerti sebagian orang yang masih duduk di bangku sekolah. Sesungguhnya, tanggung jawab yang kita emban semasa SMA tidaklah sama dengan tanggung jawab yang akan kita hadapi di masa kemandirian kita, yaitu dunia perkuliahan. 
hal ini sebagai pembuka saja, supaya pembaca, khususnya adik-adik yang masih SMA dapat menikmati setiap detiknya, saat kalian berada di sekolah... Karena kalian akan merasa masuk ke dunia yang benar-benar baru. Dimana kalian akan dituntut untuk mandiri.

ya, dimulai saat kita berada di awal kelas 3 SMA. di saat itu kita akan mulai menentukan dan mencari-cari, jati diri kita yang sebenarnya. Kita akan memperluas pandangan kita tentang dunia. Akan sangat banyak harapan pada saat itu, tetapi kita harus realistis, gak selamanya yang kita bayangkan tentang masa depan kita akan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Sempat bermimpi sebagai arsitek, sempat juga bermimpi sebagai psikolog, juga bermimpi sebagai guru, pilihan yang begitu banyak dan bayangan yang begitu indah untuk masa depan benar-benar tertanam di dalam pikiran. Tetapi semangat yang mengebu-gebu saat itu hanyalah sesaat. Setiap manusia akan di hadapkan pada pilihan-pilihan yang sangat berat, yang akan menetukan hidup dan matinya kita. Akan mati dalam keadaan apa kita nanti? pertanyaan itu sudah menghancurkan langkah kecil saya. Kita jangan berfikir terlalu jauh dulu, berfikir step by step, dan memperhatikan dengan terperinci langkah yang akan kita ambil dan pastinya usaha yang matang. 

bagaimana rencanamu untuk menata masa depanmu? ya tentu saja berhubungan dengan jurusan kuliah yang hendak kamu ambil...???



Cobalah percaya pada hasil tes minat dan bakat anda...
waktu penentuan akan semakin mendekat, dia tidak perduli, apakah kita sudah berfikir matang ataupun belum memikirkannya sama sekali, pertahankan mimpimu dan usahakanlah! kalau belum tahu ingin jadi apa, coba pertiimbangkan apa yang di sarankan oleh hasil test minat dan bakat yang telah kalian lakukan...
pertanyaan2 yang umum kita temui saat hendak memilih jurusan kuliah adalah...
akan jadi apa setelah lulus nanti? (prospek)
apa saja yang akan ku pelajari nanti? (passion)
ya, kedua pertanyaan umum itulah yang pastinya akan kita temui di saat kita hendak memilih jurusan kuliah.
tetapi seiring berjalannya waktu, kita akan terpojokkan untuk memilih jurusan yang kita anggap memiliki prospek kerja yang bagus dan luas sesuai dengan pertanyaan pertama. kita akan melupakan apa yang menjadi passion kita saat ini. dan itulah yang ku alami saat ini, yang akan ku bagikan kepada pembaca semua. :D

Saya sekolah di SMA dan bukan SMK, saya berada di jurusan IPA saat SMA. saat itu, jurusan ipa dianggap sebagai jurusan yang superior sehingga kesempatan kita untuk memilih jurusan kuliah sangatlah luas. dan itu yang membuat saya menjadi bingung untuk memilih jurusan.
setelah lulus SMA, aku berusaha untuk mendapatkan jurusan yang aku inginkan, yaitu Teknik Mesin, tentunya di perguruan tinggi negri yang mempunyai track record yang bagus di bidang itu, pilihan utamaku jatuh kepada UGM. Tetapi kenyataan yang aku hadapi tidaklah semulus mimpi yang aku bayangkan. Pada kesempatan jalur ujian SBMPTN (nama ujian tertulis snmptn) aku tidak berhasil lolos. dan aku sangat terpukul saat itu, aku merasa kehilangan arah dan mulai memikirkan alternatif jurusan yang bisa aku ambil, karena pada saat itu aku berfikir muluk bahwa tidak ada PTS dengan jurusan teknik mesin yang baik. Dan pemikiranku itulah jurang dalamku. Saat itu aku mulai memikirkan masa depanku, akan jadi apa aku nanti, dan aku terlalu khawatir tentanng hal itu.. ingat "Jangan Kuatir tentang masa depanmu, Jalani apa yang kamu SUKA, bukan apa yang menjanjikan mu macam-macam."


Karena terlalu khawatir itulah, yang semula aku sudah di terima di salah satu PTS di jogja dengan prodi teknik Arsitektur (sesuai dengan saran tes minat dan bakat), mulai beralih ke Teknik Informatika yang menjanjikan masa depan yang luas dan berpenghasilan baik. dan saat itulah neraka duniaku dimulai...

Sesuai dengan yang kubilang sebelumnya, Aku memilih IT karena memiliki prospek yang bagus. selama 1 bulan menjalani masa kuliahku, akusudah mulai merasa tidak nyaman, dengan keadaan pembelajaran, sangat membosankan bagiku, bahkan kita akan sangat merasa menderita akan hal ini. dan aku yakin, aku telah salah memilih jurusan. apa yang akan ku perbuat setelah inipun masih menjadi tanda tanya besar (???)
aku mulai mencari jalan keluar, karena memang banyak faktor ketidaknyamanan yang kutemui di tempatku ini... Tetapi pindah jurusan bukanlah sesuatu yang dapat dengan  mudah kita pilih, bayangkan saja, kita seperti memilih untuk Tinggal kelas. Aku juga punya pengalaman tinggal kelas saat SD,, dan aku tahu rasanya sangatlah tidak menyenangkan. Harus mengulang di tahun depan bersama dengan adik-adik kelas kita. tetapi menurutku hal sekelas bersama adik-adik kelas tidaklah masalah utama, karena kita akan berhadapan langsung dengan masa depan kita, dan yang terpenting adalah Waktu. kita akan mengorbankan waktu kita selama 1 tahun dengan sia-sia.



Ini Kuliah dan bukan sekolah, perbedaan umur bukanlah hal yang begitu penting. ya memang lebih baik kita dapat lulus semuda mungkin, tapi apa jadinya jika kita tidak menikmatinya? hidup ini hanya sekali, dan pilihan yang sangat berat ini akan benar2 menjadi pilihan yang menetukan masa depan kita.. pikirkan secaara matang. Saat ini aku masih memikirkan tentang apa yang akan aku rencanakan kedepannya, sebelum pindah jurusan... untuk sementara waktu, aku akan mencari dan mengetahui dengan pasti jurusan baru yang aku pilih, supaya tidak terjadi lagi salah jurusan. Dan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya.... kiranya sampai disini dulu pengelaman saya.. karena sedang dalam proses pergumulan ketidak cocokan dengan jurusanku saat ini yakni IT... semoga bisa bermanfaat :D
bukanlah menganai apa yang menjanjikan kamu, ikuti kata hatimu, jalankan takdirmu...
antara Waktu dan Passion

Minggu, 10 November 2013

Love Story ^_^ - My 'First Love'

...forever i love you...


'love is good'
apa itu cinta?
bagaimana hal itu bisa terjadi?
dan apa yang membuatnya terjadi?
apa kriteria cinta?
bagaimanapun cara kita mendeskripsikan cinta, CINTA tetaplah sebuah misteri kehidupan. ya, banyak yang tersakiti, dan di bahagiakan oleh cinta. cinta adalah suatu bentuk ekspresi diri terhadap suatu hal di dalam kehidupan. cinta selalu ada di dalam setiap aspek kehidupan manusia. Hidup di dalam iman kristiani, aku mengerti bahwa cinta adalah hal yang paling di harapkan Tuhan untuk menjadi landasan hidup kita.
cinta adalah kasih, dan CINTA TIDAK PERNAH SALAH.

pernahkah kalian merasakan perasaan cinta? atau hanya sekedar perasaan suka?
makna cinta lebih dalam dari sebuah rasa 'sayang'. Sebagai pemuda, kita membutuhkan bimbingan cinta.
dalam sebuah hubungan laki-laki dan perempuan, cinta tidak datang dengan sendirinya. cinta tumbuh, karena ada pihak yang memperjuangkannya, dan mempertahankannya. jika engkau tersakiti oleh cinta, itu salah besar.
karena cinta tidak pernah salah, "LOVE IS GOOD"



di hidup yang tidak lama lagi memasuki kepala 2, aka 20++ tahun, saya sudah cukup merasakan dan mengalami, apa itu arti cinta, terus belajar dan memahami. jika kita memahami cinta dengan tepat, kita akan mengerti bahwa, puncak dari suatu perasaan cinta adalah 'KOMITMEN'.
komitmen adalah pembentukan hati, yang lebih matang daripada janji. komitmen akan tertanam di hati yang terdalam. dan itulah yang menjadi dasar kita menyatakan bentuk perasaan kita terhadap pasangan kita.
komitmen tidak terucapkan, komitmen akan nyata dalam kehidupan berpasangan, dalam wujud kesetiaan

ini adalah pengalamanku tentang cinta. dan aku tidak pernah menyesali ini. karena ini cinta, dan "love is good"
di umur yang ke 17, tepatnya di tahun 2011, Tuhan memperkenalkan aku dengan sosok wanita yang awalnya asing bagiku. ya, dia adalah teman keas baruku, pindahan dari sekolah swasta ternama di Jogja. awal aku melihatnya, tidak ada respon apapun, bahkan aku memandangnya dengan tatapan negative, seperti meremehkan. dan ini berlangsung sangat singkat. dalam beberapa bulan, memang aneh, tapi aku mulai penasaran dengan kehidupan orang lain, terutama lawan jenis (dan ini adalah awal). dalam 4 bulan kita berkenalan, aku menyatakan diriku secara langsung kepada wanita tersebut, "sepertinya aku benar2 mulai menyukaimu." hal gila pertama yang ku lakukan, karena 17 tahun hidupku menjomblo, inilah pertamakalinya aku bisa secara langsung mengungkapkan perasaan di awal bulan oktober 2011. memang tidak mudah awalnya. sejak saat itu, aku mulai melakukan pendekatan yang lebih gamblang, dan dengan caraku sendiri. dan aku mulai sadar, di saat aku tidak lagi malu untuk mengungkapkan segalanya, disitulah cinta mulai bertumbuh, dan wanita itulah yang menjadi pupuk benih ini. 

2011

selama 3 bulan aku melakukan pendekatan yang sangat progresif, di dalam pendekatan aku selalu bertanya kepada wanita itu "apakah aku sudah pantas?", "apakah sekarang sudah saatnya menjalin hubungan?". dan hal itu selalu dijawabnya "tidak" tetapi inilah aku, cinta itu tumbuh karena ada pihak yang memperjuangkannya. setelah melewati masa pendekatan selama 3 bulan, di bulan desember, tepatnya di tanggal 22. inilah pertamakalinya aku mengungkapkan persaan, secara langsung, sore itu, setelah kita jalan bersama, aku bertanya kepada dia "jadi, sekarang kamu mau?" hal yang sangat menantang, karena itu artinya aku akan melepaskan statusku 'jomblo' selama lebih dari 17 tahun hidup. dan inilah awal dari akhir yang bahagia. dia berkata "mau" itu adalah hal tersingkat dan paling menyenangkan yang pernah ku dengar. dan cinta pun bertumbuh di akhir desember 2011 ^_^ "love is good"

singkat cerita, cinta yang sudah bertumbuh selama 2 tahun ini, mulai menimbilkan komitmen. sayang sekali, pada quartal kedua di tahun 2013 kami mengakhiri hubungan ini. dan itu adalah kesalahanku yang salah dalam bertindak, dalam bagaimana cara mencintai, ternyata selama 2 tahun, aku masih belum mengerti apa yang harus kita lakukan di dalam cinta, "Cinta Tidak Pernah Salah, yang Salah Adalah Cara Kita Mencintai" dan itulah hal yang memisahkan kita berdua. tetapi inilah aku, komitmen yang mulai matang ini tidak bisa begitu saja ku lepas. saat lulus SMA, kita mulai menjalin hubungan jarak jauh (LDR). aku di Jogja, dan dia di Jatinangor Jawa barat. meski saat itu kita sudah tidak menjalin hubungan, kita masih saling mengungkapkan rasa sayang. karena aku yakin, 2 tahun yang kita lewati bersama, selalu dekat, tidak bisa kita lupakan begitu saja. 
dan sampai pada bulan oktober 2013.

sejak dipisahkan oleh jarak, selalu ada kekuatiran dalam diriku, dia akan mendapatkan sesuatu yang baru yang membuatnya lupa terhadapku. kekhawatiran ini adalah bagian dari cinta,selama 2 bulan sejak bulan agustus, aku selalu mewanti-wantinya terhadap kehidupan baru kita, awalnya aku percaya, selalu percaya kepada dia, hingga tiba saatnya aku melakukan kesalahan besar. komitmen ini tidak berjalan berdampingan dengan hati yang lain, dengan hatinya. dan kesalahanku adalah menghack salah satu media sosial miliknya, hal ini bukanlah kemampuanku sebagai seorang IT, hanya saja aku menebak password yang mungkin jadi rahasianya, dan ternyata benar, di saat itu, awal oktober  2013 itu. Tuhan menyediakan jawabannya terhadapku. aku berusaha tenang, tetapi hal ini tidak bisa di elakkan. mengetahui, orang yang kamu cintai, meberikan perasaan sayangnya terhadap orang lain yang baru dikenalnya, apalagi orang tersebut adalah orang yang sudah ku wanti2 sejak awal dia berada di dunia barunya. seperti apa rasanya? belum ada semnggu, sejak saat dia terakhir mengungkapkan "i love you". dan saat itu aku lupa bahwa, cinta tidak pernah salah, dan caraku yang selama ini yang salah, masih belum membaik, hingga dia menemukan kebahagiaan baru yang lebih dekat. 

kejujuranku saat itu kepada dia, dengan memberi tanda bahwa aku tahu semua rahasianya, malah menjadi boomerang bagi diriku, hubungan kita semakin memburujk, dan terus memburuk, itu kesalahanku? tidak ada yang salah saat orang berkata jujur, dan itu adalah komitmen ku untuk selalu jujur kepada hal yang sangat buruk sekalipun. ternyata tidak bisa diterimanya, kejujuranku. dan disitu aku mengerti, dia mengambil sikap membeciku, karena menurutku itu adalah suatu bentuk ekspresi ketika seseorang ketahuan berbohong. sangat sakit, ya aku akan sakit jika mengetahui secara langsung, darinya, kenyataan seseorang yang aku cintai lebih dari diriku sendiri, mulai berpaling. tetapi hal ini lebih menyakitkan, karena aku mengetahui semunya dari ketidak jujurannya, berawal dari perasaan khawatir yang menjadi nyata. but love is good. mungkin itu bagian dari sikap dia yang mulai mencari kebahagiaan baru yang lebih dekat. jarak antara kita lah yang membuatnya berpaling, aku yang jauh hanya bisa mendekati secara verbal, dan laki2 lain yang dekat bisa menunjukkan keperkasaannya secara langsung, dan wanita suka akan hal itu. dan aku tidak bisa memberikan hal yang disukainya secara langsung itu, itulah kelemahanku saat itu. tapi aku mencintainya tanpa terkecuali. 
LOVE NEVER FALSE



aku mengambil sikap yang berbeda darinya, aku tidak bisa membencinya oleh karena perbuatannya, tapi aku memahami sikapnya, karena di dalam 'kasih' aku hidup ^_^

sempat aku ke rumahnya, untuk membicarakan masalah ini, tetapi pandangannya terhadapku sudah berubah total sejak terakhir kita bertemu, pandangan sayang berubah menjadi pandangan yang penuh dengan kebencian, aku memang sangat tersakiti oleh karena sikapnya yang menunjukkan lawan dari 'kasih' tetapi itulah saat aku sadar, aku harus mengambil sikap untuk membimbingnya. dan motivasiku adalah mengembalikan senyuman di wajahnya yang selama 2 tahun selalu menghiasi hariku di kelas. ^_^ i always love you, without exception.

sudah sebulan sejak saat itu, kita sudah tidak berkomunikasi lagi, aku sudah tidak bisa mengetahui kabarnya sekalipun, dia sudah memblock, dan memprotect akun social medianya terhadapku. aku belajar banyak dari sini, dan membuat kesimpulan dari berkat Tuhan yang sungguh luar biasa ini. Cinta tidak pernah salah. aku berdoa dan menemukan arti dari kasih yang sesungguhnya, dari 1 korintus 13. dan sejak saat itu, sampai saat ini, sampai kapanpun, aku mengambil sikap sesuai dengan komitmen awalku. mungkin dia, di dalam kebenciannya, akan memandangku sebagai orang yang selalu salah, orang yang tidak baik, dan menyebarkan keburukanku. tetapi kembali lagi, kasih mengajarkan untuk kita dapat sabar menanggung segala sesuatu. aku akan dengan sabar menanggung segala kesalahanku yang tidak bisa menjaganya dengan baik di masa lalu, yang dengan kata-kata ku dia telah tersakiti, yang dengan sikapku sudah membuatnya sakit, dan aku akan sabar menunggungnya untuk kembali pulih dari sakit hatinya terhadapku. aku adalah laki-laki, aku siap untuk mengorbankan segalanya untuknya ^_^

memang sakit, dan inilah konsekuensinya. aku selalu berdoa untuknya, dan untuk hatinya yang keras. aku ingin membimbingnya dengan caraku dengan jalan iman kristiani, aku ingin menasehatinya di saat dia keluar jalur, aku ingin mencintainya sampai kapanpun, dan aku yakin ini tidaklah salah, ini komitmen ku terhadapnya. saat wanita yang ku cintai tersakiti oleh karena perbuatanku, aku akan menyembuhkannya sekuat tenaga dan kesanggupanku. aku tidak ingin diam saja dan menuggu dia pulih, tetapi aku ingin bertindak sekuat tenagaku,, karena aku tidak tahu kapan akhir dari hidupku, aku tidak ingin menyesali ini. maka aku akan berusaha untuknya. untuk memulihkannya, untuk membahagiakannya........


ini adalah komitmenku dan bentuk rasa sayangku, aku akan selalu memaafkanmu dan akan selalu terbuka untukmu, aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu, dan mengingatkanmu tentang "Kasih", aku akan selalu membimbing dan memmperhatikan kamu dari jauh, aku akan selalu berdoa untuk kamu, aku ingin membuatnya tertawa karena ku kembali, aku ingin menghapus airmatanya di saat dia sedih di hadapanku, aku ingin memeluknya mengingatkannya terhadap persaan cinta kita yang sudah kita jalin selama 2 tahun. dan aku ingin selalu menjaga persaan ini dengan sabar. ini kasihku, aku akan sabar menganggung segala sesuatunya.

kamu adalah baik bagiku, yang menjadi warna di 2 tahun terakhir masa SMA ku, dan aku mencintaimu dengan komitmenku. aku mencintainya bukan dari apa yang ada, tapi aku mencintainya dari ketiadaannya. karena dia akan selalu menjadi pacar pertama, cinta pertama, benih yang menumbuhkan komitmen di dalam hatiku ku yang pertama, whatever you say about me. aku sabar menanggungnya ^_^

aku bersyukur masih bisa mencintainya sampai saat ini, itu adalah berkat Tuhan yang sungguh luar biasa yang bisa ku terima, dan aku akan menanggapinya dengan kasih, 

banyak perubahan yang terjadi dalam diri kita, tetapi satu hal yang tidak pernah berubah semenjak aku mengungkapkan perasaanku adalah... aku tidak akan pernah berubah untuk mencintaimu. ^_^

kamu akan selalu menjadi yang aku cintai, bagaimanapun kamu dan sikapmu terhadapku, selalu ada kasih yang gak pernah habis, Aya Honaleva ^_^

love is good

love never false

i love you ^_^

Hal Tentang Mengampuni, -karena semua berasal dari luka hati-


Mengampuni 70x7 kali
Shalom,
Pernahkan kamu merasakan begitu marah dengan seseorang sehingga kamu sukar untuk mengampuninya?
Tetapi tahukah kamu kalau di dalam Firman Tuhan, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk bisa mengampuni?
Kamu mungkin berkata, dia sudah berulang kali menyakiti dan mengecewakanmu. Tetapi Firman Tuhan berkata kita harus bisa mengampuni 70x7 kali. Artinya kita harus bisa selalu mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jadi tidak ada yang namanya batas kesabaran dan batas pengampunan.
Atau kamu mungkin sukar mengampuni karena sudah begitu dikecewakan dan disakiti olehnya. Tetapi Tuhan Yesus telah memberi teladan untuk tetap bisa mengampuni orang-orang yang telah menyiksa Dia bahkan hendak menyalibkan Dia. Secara pikiran manusia, itu adalah kondisi yang paling sulit untuk mengampuni, tetapi Tuhan Yesus telah memberikan teladan-Nya untuk kita.
Oleh karena itu apakah masih ada alasan untuk kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita?



"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
( Matius 18:21-22 )

"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya."
( Lukas 23:34 )

Sahabatku, apakah saat ini kamu pun sedang dikecewakan dan disakiti oleh seseorang sehingga kamu sukar untuk mengampuninya?
Sekarang kamu sudah mengetahui kebenaran, mari lepaskan pengampunan untuknya. Jangan kamu tahan pengampunanmu itu, karena Tuhan Yesus pun telah memberikan teladan kepada kita dengan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita.
Tidak ada alasan untuk tidak mengampuni orang lain.


Tuhan Yesus Kristus memberkatimu...
Atau kamu mungkin sukar mengampuni karena sudah begitu dikecewakan dan disakiti olehnya. Tetapi Tuhan Yesus telah memberi teladan untuk tetap bisa mengampuni orang-orang yang telah menyiksa Dia bahkan hendak menyalibkan Dia. Secara pikiran manusia, itu adalah kondisi yang paling sulit untuk mengampuni, tetapi Tuhan Yesus telah memberikan teladan-Nya untuk kita.
Oleh karena itu apakah masih ada alasan untuk kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita?
"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
( Matius 18:21-22 )
"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya."
( Lukas 23:34 )
Sahabatku, apakah saat ini kamu pun sedang dikecewakan dan disakiti oleh seseorang sehingga kamu sukar untuk mengampuninya?
Sekarang kamu sudah mengetahui kebenaran, mari lepaskan pengampunan untuknya. Jangan kamu tahan pengampunanmu itu, karena Tuhan Yesus pun telah memberikan teladan kepada kita dengan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita.
Tidak ada alasan untuk tidak mengampuni orang lain.

Tuhan Yesus Kristus memberkatimu...