Selasa, 19 November 2013

“KASIH”


Pada kali ini bukan mengenai pengalaman hidup yang ingin aku sampaikan, melainkan menenai pelajaran hidup yang saat ini sedang ku terapkan di dalam kehidupanku, mengenai kasih. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kasih berarti perasaan sayang terhadap seseorang. Terdengar sangat sederhana dan mudah di pahami, aku yakin dengan arti KBBI tersebut, pembaca juga merasa pernah mengalami kasih. jika diartikan ke dalam bahasa inggris, kasih juga berarti Love yang juga mempunyai arti Cinta. Tetapi makna kasih yang sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Di dalam kasih akan ada banyak pengorbanan, penderitaan, kebahagiaan, dan kesempurnaan hidup.dan itulah yang akan saya kupas secara lebih mendalam.

Bagaimana cara kita mengerti kasih? Kasih tidak bisa dipelajari melalui perkataan orang lain, kasih juga tidak bisa kita mengerti hanya dengan membaca buku. Kita secara pribadi harus benar-benar mengalami dan merasakan kasih itu sendiri, entah kasih yang orang lain curahkan kepada kita, atau kasih yang berasal dalam diri kita sendiri. Berbeda dengan cinta, cangkupan dari kasih lebih luas. Kasih tidak terbatas pada hubungan laki-laki dan perempuan. Kasih itu tanpa batas, dan ada beberapa hal yang perlu kita perdalam untuk kita benar-benar bisa menerapkan kasih di dalam kehidupan kita.

kasih dapat didefinisikan dalam beberapa makna. Dalam iman kristiani, aku belajar bahwa kasih yang sesungguhnya bermakna “kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak pernah menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi ia bersuka cita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu.” Makna yang sangat luas, dan kadang ada bagian dari kasih yang tidak kita mengerti. Contohnya; bagaimana kasih itu tidak cemburu, atau bagaimana kasih itu menutupi segala sesuatu? Sesuatu dengan paragraf ke 2, kita tidak bisa mengerti kasih jika kita tidak mengalaminya sendiri.

Dalam kehidupan saat ini, aku belajar banyak tentang kasih yang disampaikan dalam firman Tuhan tersebut. Aku merasa sudah menerapkan kasih yang sesuai dengan definisi di atas, tetapi sesungguhnya hal itu belum kunyatakan seutuhnya di dalam kehidupan ini. Aku mempunyai pengalaman yang mewakili keseluruhan dari kasih tersebut. Saat itu aku merasa bahwa aku sudah bisa menerapkan kasih yang sesuai dengan apa yang firman Tuhan beritakan. Aku bisa mengerti apa itu kesabaran, murah hati, tidak cemburu dan seterusnya. Tetapi sesungguhnya aku masih belum menerapkan beberapa bagian dari kasih. Contohnya; aku seringkali menyimpan kesalahan orang lain. Mungkin pada saat itu bisa saja kita berkata bahwa kita sudah melupakannya, tetapi disisi lain kita bisa mengungkapkan secara jelas dan terperinci kesalahan dan ketidakbenaran orang lain itu. Itu menandakan bahwa kita masih menyimpan kesalahan orang lain. Hal ini juga berhubungan dengan kasih yang menutupi segala sesuatu. Di saat kita masih menyimpan kesalahan orang lain, itu menandakan bahwa kita belum seutuhnya bisa memaafkan orang tersebut, tidak hanya itu, kita juga akan dengan senang hati menceritakan kesalahan orang lain tersebut kepada banyak orang, terutama orang-orang terdekat kita. Hal ini bertentangan dengan kasih yang menutupi segala sesuatu. mungkin do benak kita akan berfikir, “mengapa kita tidak boleh menceritakan kegelisahan kita terhadap orang lain? Bukankah itu akan menyiksa kita jika kita mengungkapkannya?” Ya, memang benar itu akan menyiksa kita. Tetapi apa jadinya jika kita menceritakan kesalahan orang lain? Hal ini tentu saja akan memperburuk citra orang yang kita ceritakan di mata orang lain. Bagaimana jika anda berada pada posisi yang disalahkan? Itulah yang dimaksud dengan kasih yang menutupi segala sesuatu, bukan berarti kita tidak boleh bercerita tentang kegundahan hati kita. Boleh saja, asalkan jangan terlalu berlebihan. Kita bisa mengungkapkan isi hati kita kepada orang lain lalu melupakannya, dengan mencari solusi, bagaimana kita dapat memaafkannya. Lebih baik kita yang memulai kasih, dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang kita rasa sudah berbuat buruk pada kita. Kita tidak bisa memandang hanya dari sebelah mata kita saja, kita harus memperluas pandangan kita tentang sikap orang lain yang kita anggap itu salah. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas anggapan sepihak, jadi kita harus mengintripeksi diri kita terlebih dahulu, kenapa orang lain itu bisa berbuat seperti itu kepada kita, apa yang menjadi dasar orang tersebut berbuat demikian? Akan selalu ada alasan dalam perselisihan dan itu bisa dengan mudah kita seleseikan dengan keterbukaan dan sikap memaafkan. Itulah kasih...

Memang sulit untuk menerapkan kasih secara sempurna di dalam kehidupan kita. Tetapi percayalah, hal ini yang menjadikan kita sempurna dalam hidup. Dengan kasih kita akan selalu mensyukuri hidup ini, tidak hanya itu, kita juga akan lebih dekat dengan Tuhan.

Pada hari ini, bagian kasih yang mana yang belum kita terapkan di dalam kehidupan kita? Ayo kita sempurnakan kasih di dalam kehidupan kita. Dimulai dengan memperluas pandangan kita tentang kehidupan ini ^_^
-Karena kasih adalah sumber kehidupan yang sejati-

Tuhan Memberkati Kita Semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar