Minggu, 29 Desember 2013

Aku Memilih Sikap "..."

     Awalnya bingung, ingin memberi judul apa pada tulisan kali ini. hmmm.... Kembali aku akan menyajikan cerita dimana aku berada di posisi yag menurutku sulit, rumit, dan tidak tahu harus bagaimana caraku menyelesaikannya. Cerita kali ini tidak jauh dari masalah "cewek" yang sudah hampir 3 bulan bermasalah denganku, tertanggal sejak saat aku menulis tulisan ini. Jika kalian perhatiakn pada tulisan sebelumnya yang berjudul 'Keretakan Hubungan' kalian akan melihat beberapa susunan kata ataupum paragraf yang terkesan awkward. Karena memang saat itu aku sedang banyak pikiran yang membuatku sulit untuk menyusun kata dengan baik. Konsep tulisanku selalu berdasarkan fakta yang ku alami dan dengan bukti yang nyata.

    Saat ini aku masih berkutat dengan rasa benciku, sekaligus rasa sayang kepada Aya Honaleva. Rasa benci yang mendominasi, membuatku tidak nyaman. memang terdengar aneh, benci dan sayang adalah 2 hal yang berlawanan. Bagaimana bisa? Berawal dari saat keretakan hubungan yang lalu, dengan bukti yang sudah ku simpan. Hmmmm... Sudah 2 bulan lebih sejak saat aku dibohongi, yang katanya 'demi kebaikan,' apakah hal itu benar-benar untuk kebaikan? Kalau memang untuk kebaikan kenapa Aya meneceritakan hal yang tidak benar kepada teman-temannya yang bahkan aku tidak kenal, dengan menjelaskan alasan 'putus'nya hubungan denganku saat itu adalah karena aku selingkuh? atau bahasa germannya nikung, nyerong, dll, dengan cara aku dm'an (direct message dalam twitter) dengan wanita lain, hal ini tidak ku sangkal, aku memang 'ngobrol' dengan salah satu temanku di Direct Message twitter, dan saat itupun aku memberitahukannya ke Aya sendiri, dan tidak ada niat dariku untuk menutup-nutupi pembicaraan kami, Aku juga tahu Aya mengetahui password twitterku, dan alasan yang dia ajukan saat "putus" bukanlah karena DM tersebut... Kenapa Aya harus menyebar-sebarkan hal yang tidak sesuai seperti itu? memang hal itu demi kebaikan, tetapi hanya untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya tidak ada yang namanya berbohong untuk kebaikan, kebohongan hanya akan menunda pemecahan masalah, kebohongan itu sendiri saja sudah menjadi dalil dari sebuah ketidakbaikan, lalu bagaimana bisa? Memang saat itu aku ikut andil dalam membuat keretakan hubungan, dengan diriku yang berkutat dengan 'self-pity' ku yang sulit aku hilangkan di masa transisi yang terjadi setelah lulus SMA. Hal inilah yang membuat Aya sakit hati dengan sifatku yag tak kunjung membaik. Jika di urutkan, keretakan hubungan yang aku rasakan dimulai dari saat aku merasa Aya telah berubah, di awal bulan Oktober 2013, saat itu aku belum mengetahui alasan dari perubahan sikapnya yang begitu drastis. Tak habis akal, dengan cara yang tidak etis, aku mencari tahu alasan perubahan sikap dari Aya, dengan cara membuka Line sesuai dengan password yang pernah Aya beritahukan ke aku, dan teranyata benar saja. Setelah aku membuka dan mengamati pembicaraannya dengan teman-temannya, aku mendapatkan dia menceritakan hal yang tidak benar tentang diriku kepada teman-temannya, dan di saat yang sama juga aku menyaksikan sendiri pembicaraannya dengan seorang laki-laki bernama 'pip', yang ternyata saat itu dia sukai, hal ini terjadi di kisaran tanggal 6-15 oktober 2013, hanya berselang 1 minggu disaat terakhir dia tidak ingin mengucapkan kata 'sayang' lagi denganku di awal bulan oktober 2013. Memang kita sudah putus sejak bulan juli, hal ini terjadi karena aku yang memang terlalu berharap, dan sikap Aya saat itu yang terkesan melambangkan sebuah kePHPan. Faktor-faktor inilah yang semakin menegaskan keretakan hubungan kita, dari orang yang dulu pernah saling menyayangi, menjauh, bahkan menjadi benci. Tidak lama setelah aku menangkap basah Aya dan sms mesranya dengan laki-laki, sebut saja "IF", aku kembali mendapatkan Aya telah 'jadian' dengan laki-laki lain lagi yang bukan IF di tanggal 22 oktober 2013. Kalau di hitung-hitung, 22-15=7, berarti hanya dalam 7 hari atau rentang waktu seminggu saja, (dengan keadaan dia di lingkungannya saat itu yang tidak ku ketahui) dia memilih laki-laki yang lainnya lagi untuk dijadikan pasangan barunya, sebut saja 'DYS'... Hal ini dapat di analogikan bahwa keadaanku saat itu tidak hanya di Dua'in, tetapi di Tiga'in dengan si IF dan si DYS. Saat itu aku merasa sangat marah dengan sikapnya yang tidak karuan dengan lingkungan barunya. Tetapi di sisi lain, kebahagian yang kita jalin sulit untuk di lupakan, itulah yang membuatku sayang. 

     Setelah melihat firman Tuhan  pada 1 Korintus 13 aku mulai sedikit mengerti, sikap apa yang harus ku ambil, memang tidak mudah, tetapi aku harus berusaha. Dengan keadaan yang sulit, dan pikiran yang amburadul, aku berusaha menyatakan 'kasih'ku kepada Aya. Semenjak rentetan kejadian di bulan oktober itu pula, sampai saat ini, masih banyak cercaan dan hinaan yang kuterima dari Aya, salah satu yang paling ku ingat adalah saat Aya berkata "nama itu lagi nama itu lagi, muak!" yang dimaksud adalah namaku Ponang yang sebelumnya disinggung oleh temannya di twitter. Dan yang masih segar dan belum lama ini, aku memperhatikan pembiacaraan Aya dengan salah satu temannya, menyinggung tentang kejadian saat aku masih SMA, saat aku dan Aya bertengkar. Dalam rentetan kicauan itu memang tidak menyebutkan namaku, tetapi aku mengerti karena pembicaraan yang menjurus. Kicauan tersebut menyatakan bahwa aku pernah meniggalkan Aya di sekolah saat sedang bertengkar. Hal yang kembali tidak benar yang aku dapati dari Aya, dan temannya. Memang tidak ada bukti valid, tetapi aku berani bersumpah tidak pernah melakukan hal seperti meniggalkan Aya sendiri di sekolah, saat kami sedang bertengkar sekalipun hmm. Lebih tepat jika aku yang pernah ditinggalkan di sekolah, dan hal ini terjadi saat kami bertengkar di bulan maret 2012 lalu. hmmmmmm...................

     Banyak hal yang terjadi, yang menurutku tidak sesuai, ditambah sikap Aya yang menurutku semakin tidak karuan. Tidak ada alasan lagi bagiku untuk kembali mendapatkannya, kebohongan, cerita mengenai diriku yang tidak sesuai, hinaan, cercaan, dan masih banyak lagi sikapnya yang bahkan aku sendiri sangat mengenalnya selama 2 tahun, tidak bisa berkata-kata dan berkomentar lagi. Sulit bagi orang lain menyadari hal ini, karena mereka tidak mengalaminya sendiri, dan tidak memperhatikannya secara detail dengan bukti yang jelas. Sekali lagi, konsep tulisanku selalu berdasarkan fakta yang ku alami dan dengan bukti yang nyata.

     Saat ini aku juga berusaha menyatakan 'kasih' secara utuh di dalam diriku, berdasar pada 1 korintus 13. Memang sulit untuk memaafkan dan menerima begitu saja hal-hal yang tidak baik dari orang lain, mengenai diri kita, tetapi aku tidak bisa selamanya terjebak di dalam keadaan yang sangat menyita pikiranku. Aku mesih belum bisa menyatakan kasih yang "menutupi segala sesuatu" dan yang "sabar menanggung segala sesuatu"... Tetapi aku yakin dan percaya, ketika aku berhasil melewati ini semua, Dia akan memberikan segalanya yang tebaik bagiku. Dalam keadaan seperti ini, hanya "kasih" yang bisa ku usahakan dan kuwujudnyatakan di dalam setiap aspek kehidupanku. ^_^ 
Aku berharap setiap orang bisa menyatakan kasih yang tak beralasan, kepada siapapun, apapun dan kapanpu, kasih yang 'Agape' 



Yakobus 1: 2-4 
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."








I love people who hate me 
I love my enemies 
and I will pray to them
because of His eternal love
-I choose to forgive-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar