Senin, 20 Januari 2014

Can I Move On?

curhatan lagi curhatan lagi, :p per tanggal 20 januari 2014 ini lagi-lagi gue kena serangan gagal move on. Gara-gara nilai setitik, kok bisa? ya cuma setitik, foto masa lalu berukuran kecil yang ternyata masih gue simpen di dompet. Mengingatnya itu membahagiakan, yang menyakitkan itu fakta yang gue hadapi sekarang. Yang bisa gue lakuin? nothing! harapan? BESAR! untuk? setidaknya dekat, ngobrol, de el el...
Dan yang masih jadi pertanyaan besar buat gue, kenapa dia yang harus menjadi yang pertama?

yap, pacar pertama gue terbilang sukses, karena berhasil bertahan hampir 2 tahun, tetapi bisa juga dibilang yang paling gagal, karena memang gaada yang kedua dan ketiga, baru pertama, yang kedua menyusul suatu saat nanti hhehehe. hmmm sedikit curhat, eh, banyak aja, :")) masih banyak pertanyaan besar dalam diri gue. Sebenarnya apa arti dari berpasangan itu sendiri...??? Banyak konsep yang berbeda-beda yang di tanam di dalam diri setiap orang, yang tidak bisa kita salahkan juga. Saat ini gue merasa gagal moveon juga karena sesungguhnya gue baru aja makan indomie rasa yang dulu pernah ada, dan seketika badan gue terasa anget ditambah keringet dingin. Sampai saat ini gue masih mencari jati diri dalam berpasangan, mungkin bukanlah hal yang bijak jika gue stuck dan mengharapkan sang mantan pertama kembali lagi, but definisi cinta itu sendiri seperti apa? flashback saat dimana gue masih sama-sama si *pekhi. pengalaman kita dalam berpasangan sangat berbeda, gue yang ke-7 dan dia yang pertama. Dalam beberapa hal kita tidak dapat disatukan, kadang cekcok karena suatu perkataan, perbedaan pendapat dan lainnya. Gue gak mengeerti 'cewek' dan itu masalah gue, gue gak berpengalaman, gue bukan tipe orang yang memilih pasangan dengan sembarangan pula, gue sangat selektif, dan inilah buktinya. Kesetiaan yang gue pikir selalu benar, kadang menjadi jurang dalam. Ketika kita setia dan di seberang sana tidak? lalu mau diapakan? Gue bukan tipe orang yang terpuruk lalu tidak belajar apa-apa, memang gue terpuruk, tetapi dari kondisi gue saat ini gue belajar, tentang sifat dan sikap seseorang, dari sisi psikologi, dan mengenai filosofi hidup. Gue yang awalnya tidak mengerti kenapa saat itu dia bersikap sepeti ini ini dan ini dll... Perlahan mulai memahami sikap yang dia terapkan di dalam kehidupannya. Disini gue benar-benar memperluas jangkauan sudut pandang gue terhadap sikap seseorang di dalam suatu kondisi tertentu. Gue yang baru belajar dalam berpasangan, 2 tahun di masa SMA sangatlah singkat, dibanding dia yang sudah berpengalaman selama 6 kali. Disinilah titik buta hati kita (gue dan dia) gue yang masih belajar yang terkadang melakukan kesalahan yang seharusnya tidak gue lakukan, sedangkan dia yang sudah berpengalaman merasa gue harus bisa mempunyai pengalaman seperti dia, itu yang mengakibatkan dia tidak mentolerir kesalahan (menurut dia salah) sekecil apapun yang gue lakuin. jika mengingat masa2 saat mulai jauh, menurut gue dia tipe orang bipolar, kadang apa yang ia ucapkan tidak sesuai dengan isi hatinya, dengan kata lain, tidak jujur, terhadap orang lain, maupun diri sendiri. yah, sekarang dia sudah merasa bahagia, bahkan euforia luar biasa, dan sudah berdua. yang bisa gue lakuin saat ini? "jalan terus ke depan, lihat dan mengerti apa maksud Tuhan Yesus dari perpisahan ini, semua telah direncanakannya, MOVE ON!!" begitu kata pendeta Philip Mantofa yang paling penting yang harus gue lakukan? percaya kepada Yesus... ada jalan yang bahkan kita sendiri tidak mengerti, tetapi itu baik di dalam hidup kita...

SO? kesimpulannya? ya... "dengan berat hati" gue nyatakan kalau gue masih sayang...
moveon itu tidak mudah, banyak yang harus kita korbankan, dibutuhkan sikap yang sangat tegas dalam memanage hati kita. apalagi pacar pertama, dan tipe orang yang tidak mudah menaruh hati pada lawan jenis seperti gue ini~ hehhehe *sedikit meninggikan mutu* Foto yang gue simpen, bahkan ada ratusan, harus gue delete, yang terpenting, gaboleh stalking lagi, kalau soal stalking, semenjak tahun baru ini gue gakpernah lagi, hhehehe... ini soal hati dan gaakan masuk di akal dan pikiran. Gue mau terus jalan, menyisihkan yang membuat gue gak focus terhadap masa depan. sulit memang mempunyai perasaan yang bipolar seperti ini, di sisi hati yang terdalam gue masih sayang, tetapi yang keluar dari mulut gue adalah benci. Apakah memaafkan adalah jawabannya, atau melupakan, atau yang lainnya, ini sudah diluar dari kemampuan gue untuk menyelesaikannya...
sikap yang paling tepat?
Berdoa, jalan terus kedepan, masalahku, Tuhan Yesus yang selesaikan, dan tugasku adalah terus maju, Kasih akan menuntunku, dan kebahagiaan menungguku, dan dari itu semua... percaya ... Tuhan Yesus mempunyai kuasa yang lebih besar dari pemikiran manusia ^_^ AMIN

can i move on?
absolutely YES...! trust Him! keep walking... and let it flow~
JESUS WITH US

Tidak ada komentar:

Posting Komentar