Jumat, 21 Maret 2014

My Blog, My Story (tentang isi tulisan blog)

pada tulisan kali ini gue sekedar membagi apa yang baru saja gue pikirkan, setelah gue ngobrol dengan salah satu temen yang udah gue kenal dari SMP.

mungkin beberapa dari pembaca isi blog ini bertanya-tanya tidak dengan komentar, tetapi dengan hujatan karena beberapa isi blog yang memang gue tulis karena kebutuhan gue untuk menulis. Gue pribadi memilih untuk menulis demi memenuhi kebutuhan batin gue saat gue galau, terpuruk dan semacam itu. Ini adalah bentuk ekspresi gue, dan menurut gue menulis merupakan hal yang positif. Dibalik isi cerita yang terkesan lebay atau apapun itu, yang benar2 mengerti isi dan pokok permasalahan ataupun dasar dari tulisan gue ya gue sendiri. Pemikiran gue yang seperti ini didasarkan pada obrolan gue yang baru saja terjadi, beberapa dari pembaca blog gue berkomentar dengan nada sinis "kalo gue bla bla bla nanti gue nulis blog, nanti gue curhat di blog, nati gue ..." kurang lebih seperti itu. Tentu hal ini bukan masalah besar, karena memang apa yang ada di blog gue, gue tulis sendiri demi memenuhi kebutuhan gue untuk berekspresi, dan menurut gue hal ini positif di banding anak-anak yang tidak bisa mengungkapkan isi hatinya sendiri entah karena malu atau alasan lain, atau dibanding orang yang tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri dan menganggap semua hal yang terjadi pada dirinya "woles" atau semacan itu. 

Dan bisa kita lihat di mana-mana, gaya hidup kota besar seperti jakarta, di saat seseorang mengalami hal yang serupa dengan gue yaitu keterpurukan, galau, luka batin, dll, mengalihkan dirinya kepada hal yang tidak tepat, seperti merokok, narkoba, kekerasan, dan banyak penyimpangan sosial lainnya. Inti dari masalah pribadi kita adalah diri kita sendiri dalam menanggapinya, berfikirlah positif dan lakukan yang baik, masalah pribadi bukanlah alasan untuk menyimpang ataupun tidak peduli.

So, menulis itu baik, mengeluarkan beban pikiran itu baik dari pada mengalihkan beban pikiran, setiap orang mempunyai caranya masing-masing, dan selalu ada pro kontra di dalam setiap masalah, tergantung sudut pandang kita sebagai makhluk sosial dalam menanggapi masalah yang terjadi pada orang lain di sekitar kita. dalam kasus ini gue menyarankan untuk memperluas sudut pandang hati kita terhadap masalah orang lain, selalu ada cara terbaik dalam menyelesaikan masalah pribadi yang baik :)

Rabu, 05 Maret 2014

Nafas Terakhir di Dalam Perjuangan

Pagi ini gue denger berita tentang berpulangnya Jojon, alias Djuhri Masdjan, yang sudah sangat kita kenal sebagai pelawak berkarakter celana kedodoran se-dada, dan kumis ala' Charly Chapllin.
Gue denger berita ini dari radio, arah pulang dari stasiun. Di mobil sendirian membuat gue berfikir tentang estetika hidup...

untuk apa dan siapa kita hidup...?

apa yang kita perjuangkan dalam hidup...?

jalan mana yang kita pilih...?

dan banyak pertanyaan tentang hidup lainnya, tetapi itu semua hanya bisa kita jawab saat kita berada dalam keadaan 'Hidup' dan setelah itu, apa yang kita pikirkan dan kita lakukan saat kita menghembuskan nafas terakhir yang entah kapanpun itu, di tengah-tengah perjalanan hidup kita dalam memperjuangkan sesuatu...

gue yakin beberapa dari kita berharap dapat menyelesaikan segala masalah, problem, dan mencapai tujuan hidup sebelum kita berpulang ke tanah Tuhan. Pandangan ini yang menurut gue, harus sedikit kita geser, karena hanya akan menghasilkan penyesadal pada 'akhir' yang tidak kita kehendakan. Disinilah gue mengerti arti hidup dan mati yang sebenarnya, dan menrut pandangan gue...

kita mempunyai tujuan hidup, mimpi dan alasan dalam segala aspek kehidupan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam 'perjalanan' kita dalam mencapai tujuan. Aku tidak akan menyesal dan akan sangat berbahagia ketika aku tahu, di akhir hidupku, aku telah memperjuangkan segalanya yang baik dengan sekuat tenaga, meskipun beberapa diantaranya tidak terdapat penyelesaian. setidaknya aku tahu, aku sudah melakukan semuanya 100% diriku, dan aku tidak menutup muka ku dengan topeng. inilah aku dan inilah hidupku, aku tidak perduli apa yang akan terjadi di tengah2 perjalananku, karena aku sudah melakukannya di jalan yang aku pilih!!

Minggu, 02 Maret 2014

Sekelibat tapi Kebawa sampe Akherat :"))

kali ini gue 'agak asal' memberi judul tulisan kali ini. Gak jauh jauh dari soal hati *eaa~
kurang lebih seminggu lalu gue liat twit mantan ane nampang di TL di rt orang. yah, memang sekelibat gue ngeliatnya, tapi apa yang terjadi setelah itu.... hasrat untuk mencari tahu timbul kembali, hal ini sungguh menyiksa menn. this is my real experience. Setelah kejadian itu, selama seminggu penuh gue mimpi tentang 'ada'... seminggu bukan berarti 7 kali, tidur siang pun jadi gak nyenyak. Kalau di rata2, dalam seminggu terakhir udah 12 kali gue mimpiin 'ada.' jawaban dari pertanyaan yang selalu gue pikirkan...
Apa yang terjadi saat ini...? Kapan ini semua berakhir...?

di 'persimpangan' ini gue bener2 buta arah. Gue tau jalan yang terbaik buat gue, tapi gue belum bisa keluar dari jalan yang lama. Bukan lagi mengenai keputusan, tapi ketegasan hati. Gue gak pingin berlarut-larut, tetapi kenyataannya masih, ditambah mimpi yang gak bisa gue hindari. Banyak hal yang buat gue terkenang. Di salah satu mimpi gue, ada saat dimana gue bertemu dan berbincang banyak hal dengan 'ada' saat itu kita terasa dekat meskipun status yang gue tanyakan sudah berubah, alias sama dengan kenyataan saat ini. Dan baru aja gue ngeliat salah satu tweet'nya' yang di RT dan gue kembali penasaran, alhasil gue stalking~ T_T...
perasaan degedegkan yang gue rasain begitu nge-stalk sangat luar biasa dari pada stalking yang gue lakukan di tahun lalu. badan gemteran dan perasaan yang bercampur antara kehilangan yang sungguh hebat dan rasa ingin merusak. Suasana hati gue kacau dan akhirnya gue menulis tulisan ini. Untungnya gue salah satu orang yang bisa mengungkapkan dan melepaskan unek2 lewat tulisan. Apa yang gue rasain tadi bener-bener seperti shock berat. Padahal sudah 5 bulan sejak kata 'sayang' terakhir. dan sampai saat ini gue masih belum 'nemu' jalan keluarnya

entah ini adalah luka batin, atau sakit hati, atau galau, gagal moveon  dll. yang jelas saat ini segala sesuatu yang berhubungan dengan 'ada' menjadi suatu hal yang tabu buat gue denger ataupun liat, tetapi ada sifat berkebalikan yang muncul ketika gue udah lama gak mengetahui kabar yang gue ceritain tadi, sampe kebawa mimpi, apa yang gue pikirkan tentang ada menjadi serba salah. Dan gak mungkin gue lupa, 2 tahun masa pacaran pertama gue, gimana bisa lupa? yah... gejolak anak muda... semua dari pertanyaan di dalam hati gue, jawabnya ada di ujung langit, kita kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani...
yang terakhir... gue tau obat dari perasaan sakit hati, luka batin, atau apa yang sedang gue rasakan ini, sempet gue cari2 di klinik Tong-Fank, dan emang kata engkoh nya tuh 'lu mah gitu aja dibawa galau, cari aja yang balu ntal juga lupa lu sama tu aling'
nah bener tuh kata engkoh, udah di uji di ITB dan IPB...!!! sudah di jamin halal nya...
dan samapi saat itu tiba, gue bakal menjadi versi terbaik dari diri gue sendiri yang selama 2 tahun pacaran gue udah tersegel. yah pacaran memang membuat gue berfikir sudah memiliki segalanya dan lupa tentang apa yang harus gue perjuangkan. memang terkesan terlambat untuk berjuang di umur gue yang udah memasuki kepala 2 ini, tetapi gue tau dimana batas kemampuan gue yang sebenarnya, dan gue akan mengupayakan itu. kesuksesan gue, gue sendiri yang tau. orang lain gak akan bisa mengerti jalan yang kita pilih...
-Menjadi Versi Terbaik Dari Diri Sendiri-