Sabtu, 15 November 2014

Kuasa Tuhan

Ini adalah sedikit kisah kesaksian betapa Tuhan sungguh bekerja di dalam hidup kita. Entah bagaimana cara ia menjamah kita, sering kali tanpa sadar kita mendapatkan sentuhan tangannya di dalam hati kita. Seperti yang terjadi padaku beberapa saat ini, tepatnya di awal hingga pertengahan bulan November 2014. Pada masa-masa ini, keuanganku sedikit kacau, kurang lebih 2 minggu sebelum kepulanganku ke Bekasi di tanggal 15 Novembernya aku hanya makan 2 kali sehari, bahkan terkadang hanya 1 kali. Aku harus benar-benar bijak menggunakan uang. Suatu saat di minggu pertama bulan November ada ajakan teman-teman kuliah untuk membuat baju jurusan dengan harga 115ribu, Karena pembelian jaket itu tidak mengikat ataupun memaksa, aku harus rela tidak memesannya demi menghemat uangku. Di kampus, akupun aktif di dalam kegiatan unit kerohanian kristen (UKK) sebagai tempatku untuk melayani. Pada hari rabu, 3 hari sebelum kepulanganku, uang yang tersisa pada tabunganku hanya sekitar 100rb, dan di saat itu pula, uang yag tersisa di dompetku hanya ada sekitar 80ribu, yang akan ku gunakan untuk berbagai macam keperluan dan pastinya untuk makan selama 3 hari. Dan pengeluaranku semakin terkuras ketika aku harus membayar baju seragam untuk kegiatan kepanitiaan natal UKK sebesar 65ribu yang harus ku transfer melalui ATM atas permintaan koordinator. Akhirnya uang tabungan yang hanya tinggal 100rb ku pakai untuk membayar baju yang saat itu mendesak untuk di bayarkan, yang berarti aku harus membayarnya sore itu juga. Akhirnya aku tidak bisa lagi mengambil uang sepeserpun dari ATM 50.000, dan sangat jarang kutemui ATM dengan nominal 20.000, dan itu berarti aku harus menggunakan uang yang tersisa 80 ribu di dompet untuk segala macam keperluan dan pemenuhan isi perut selama 3 hari, yah sepertianya aku harus mencoba berpuasa terlebih dahulu, hhehehe. Sore itu aku menghadiri arisan kelas di rumah salah satu teman sekelas di kampusku, rumah Gusda, yang tidak lain adalah tempat kos ku. Disitu aku diwajibkan membayar 5ribu untuk ikut ambil bagian di dalam arisan. Bercengkrama dengan teman-teman membuat sore itu sedikit lebih terisi. Setelah semuanya berkumpul, kita memulai kocokan arisan yang hasilnya akan di bagi 2. Pada kocokan pertama, nama yang keluar adalah Gimel dan Iqbal, tetapi karena Gimel tidak hadir saat itu, maka kocokan kembali diulang untuk 1 orang saja. Saat kocokan keluar dan mulai dibacakan oleh salah satu temanku yang saat itu berkata, "wah, buat pulang kampung ini." Ya, itu adalah aku. uang yang aku dapat dari arisan tersebut sebesar 75ribu, ditambah dengan uang yang ada di dompetku, semuanya menjadi 165ribu, dan aku tahu pasti itu akan cukup ku gunakan untuk makan 3 kali sehari sampai hari jumat. Aku sempat tidak sadar bahwa ini adalah kuasa Tuhan yang mencukupkanku. Hingga akhirnya aku harus meninggalkan arisan terlebih dahulu karena ada rapat untuk UKK sore harinya, dan aku baru sadar ketika pulang dari rapat. Beberapa hari sebelum itu aku berdoa agar dapat dicukupkan keuanganku oleh Tuhan Yesus. Kuasa Tuhan adalah kuasa Tuhan, aku yakin tidak ada kuasa yang kecil ataupun besar, setiap kuasaNya bernilai sama, dan inilah kuasa Tuhan di dalam hidupku. Terkadang kita tidak sadar dengan apa yang terjadi dalam hidup kita bahwa itu adalah oleh karena kuasaNya. Seperti firman Tuhan, "mintalah maka kau akan di beri, ketuklah maka pintu akan dibukakan." Aku telah berdoa dan memohon, dan apa yang terjadi padaku adalah jawabanNya terhadap doaku. Tidak ada doa yang terlalu kecil ataupun terlalu besar, semua didasarkan  pada keimanan kita dan ketulusan doa kita kepadaNya. Tuhan Yesus itu baik ^_^ :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar