Sabtu, 15 November 2014

-RUMAH-

 4/11/2014
Sudah memasuki bulan ke 3 semenjak gue beralmamater UGM. Susah, senang, pasang, surut kehidupan menjadi mahasiswa untuk yang keduakalinya sudah gue rasakan. Tetapi sampai saat ini gue masih merasa hampa. Pelarian gue sampai saat ini adalah keluarga adik dari ibu gue (bulek/tante) karena disana gue merasakan suasana 'rumah' yang hampir seperti di rumah. Ya, suasana dimana gue bisa merasa tidak kesepian, dan tidak merasa hampa. Akhirnya gue sadar pusat dari ketidak betahan gue disini, di jogja. Bukan karena sekolah, bukan karena jomblo, bukan karena tidak mempunyai TV, laptop, ataupun fasilitas penunjang ketidakbosanan lainnya, tetapi karena kesendirian gue. Selesai kelas, gue gak merasakan arti sesungguhnya dari kata 'pulang'. Karena setelah sampai di kosan, yang gue temukan hanya kekosongan, hal ini yang selalu membuat gue galau. Jika Homesick adalah perasaan kangen akan rumah yang maksudnya adalah rumah di Bekasi, tetapi gue gak menemukan itu di Solo. Untungnya aku masih memiliki keluarga dekat yang bisa di jadikan sandaran ketika perasaan gue sedang gak karuan.

Teman gue satu-satunya adalah HP, benda mati yang hanya bisa di ajak mengobrol secara pasif. kadang kita malu untuk memulai suatu percakapan, tetapi buat gue tidak untuk saat ini. Di dalam kesendirian gue bisa menjadi orang yang lebih aktif dalam percakapan. Sayangnya, benda mati ini hanya bisa dijadikan penghilang rasa hampa sesaat, ketika seorang teman tidak melanjutkan percakapan lagi, saat itulah kehampaan dimulai lagi.

Saat gue nganggur di rumah memang yang gue lakukan hanyalah hal-hal tidak bermaanfaat dan sangat introvert. Online, baca komik, nonton film, sebuah kegiatan tanpa tidakan sosialyang melibatkan orang lain. Anehnya gue merasa tidak kesepian karena tahu dengan pasti, di bawah (di lantai satu) ada adek dan kakak gue, sore harinya ada yang akan pulang dari rutinitas kerja mereka, gue tidak pernah khawatir akan kelaparan karena selalu ada makan di dapur, akan ada makan-makanan yang enak di akhir pekan, dan gue bisa melakukan apapun yang gue inginkan di rumah. Rumah... adalah tempat yang gak akan bisa lepas dari kehidupan kita. Bukan dari bentuk dan tempatnya kita bisa merasakan perasaan berada di rumah, tetapi bersama dengan orang-orang yang secara alam bawah sadar kita kasihi yang sudah sangat erat menjadi bagian dalam kehidupan kita.
Sampai saatnya nanti gue lulus, dan kembali ke Rumah gue yang sesungguhnya, tulisan ini akan mengingatkan gue perasaan hampa ketika gue jauh dari rumah, merasakan banyak kegalauan dan ketidaknyamanan hidup

-Jesus Always with me- :D ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar