Minggu, 14 Desember 2014

Kenangan

KENANGAN...
Sesungguhnya untuk apa kenangan itu ada? Untuk kita ingatkah? Untuk kita harapkan kenangan itu akan terulang kembali? Saat ini gue berada pada kondisi dimana kenangan yang mengendalikan gue. Gue selalu teringat akan masa lalu, masa-masa yang gue anggap lebih baik dari masa sekarang. Saaat dimana gue tidak merasakan takut, gue tidak merasakan kesepian dan kesendirian. Dan mengapa saat ini gue merasa masa lalu itu selalu lebih baik dari masa sekarang? Setelah berfikir panjang akhirnya gue tau bahwa gue orang yang tidak bisa bersyukur untuk hari ini. Gue teringat saat gue menuntut Tuhan untuk masa sekarang. Dan sekarang gue menuntut masa lalu itu kembali lagi.
Bingung, itu kata yang paling tepat dalam mendeskripsikan keadaan gue saat ini. Mungkin karena krisis kebahagiaan yang gue alami saat ini. Saat ini gue sangat jarang merasa senang, apakah ini tanggung jawab yang harus gue ambil untuk masa depan yang lebih baik? ada firman Tuhan yang bunyinya “saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebagaiaan apabila kamu jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan. Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan, dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna, dan utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.” Disini gue berfikir, bagaimana gue bisa merasa bahagia di tengah-tengan pencobaan, ada juga overthinking yang gue dapat.
Belum genap 4 bulan semenjak gue mulai berkuliah di UGM, tetapi rasanya seperti setahun. Gue merasa segalanya yang terjadi saat ini sangat lama. Bahkan ketika pagi ini gue melihat kalender, ternyata belum ada 4 minggu atau 1 bulan semenjak kepulangan gue ke Bekasi. Saat ini sampai di titik dimana gue tidak tahu jalan apa yang harus gue ambil. Satu hal yang pasti, gue harus bisa lebih bersyukur atas keadaan gue saat ini. Belajar bersyukur, gue rasa itu kuncinya. Memang sedikit sulit untuk menyatakannya dalam keadaan gue saat ini, tapi yah... perjuangan itu tidak semudah meminta makan kepada orang tua, dimana saat kita meminta, disitu ada orang lain yang berjuang untuk kita, dan sekaranglah saatnya gue yang memperjuangkan hidup gue sendiri, sakit ini, pencobaan ini, kesepian ini, kesendirian, kehampaan, harus gue tanggung, bagaimanapun juga gue harus bisa berfikir, ini semua untuk memperoleh “buah yang matang” ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar