Rabu, 21 Desember 2016

2016
Ya, aku sampai ditahun dimana terjadi satu lagi masa transisi hidupku. Sangat banyak yang terjadi di tahun ini, oeang oramg datang dan pergi. Daei sukacita yang sangat besar, dan duka yang sangat dalam. Di awal tahun ini aku mengawalinya dengan sempurna. Aku cukup puas dengan status ketua PMK SV, PMK yang aku dan teman temanku dirikan di tahun 2015, aku telah mencapai banyak hal untuk hal ini dan kurasa aku patut berpuas diri. Aku masuk ke dalam pelayanan baru di UKK UGM. Disana Daniel selaku ketua PMK mengajakku untuk menjadi kepala divisi litbang. Divisi yang sangat ang bagiku, . Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak teman baru di UKK. Ambisiku untuk memperoleh banyak relasipun mulai terpenuhi, satu per satu program kerja ku laksanakan dan satu per satu orangpun datang dan pergi. Dari acara jalan-jalan yang satu ke acara jalan jalan lainnya.

Aku sangat menikmati kebersamaan itu, apalagi ini bukanlah sekedar relasi yang berdasarkan kesamaan hobi atau permainan, tetapi karena pelayanan. Di dalam diri aku mulai membenahi motivasi pelayananku. Di semester pertama aku bertemu dengan Vandes, Dave, Henest, Ferdian, Kezia, san masih banyak lagi dari mereka yang menjadi 'orang baru' dalam hidupku di tahun 2016 ini, beberapa orang lama juga turut mengisi, Yessica Damanik a.k.a Cici, Hanna, Mega, Yoe, Mydsal a.k.a Ichal, Virginia, Hiras, dan masih banyak lagi yang sudah ku kenal sebelum tahun 2016 ini dimulai.

Semester pertama sudah hampir selesai, dan kamipun membangun rencana untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi paduan suara tingkat nasional yaitu 'PESPARAWI' pesta paduan suara gerejawi. Awalnya aku sendiri tidak begitu berambisi untuk ikut ambil bagian, tetapi sepertinya teknik berfikirku dalam menyusun runutan kegiatannya mulai diakui hahaha so akupun terjun untuk ikut mengusahakan. Dan ini adalah awal dari rencana besar yang Tuhan kehendaki untukku.
Awalnya begitu sulit untuk menertibkan peserta perparawi yang sudah terseleksi untuk ikut lomba ini, oh ya, aku sendiri juga menjadi peserta setelah pelatih omDe menyeleksi official untuk dijadikan penyanyi tambahan, lucunya hanya aku official yang akhirnya turut serta menjadi penyanyi. Awalnya aku sendiri tidak yakin akan kemampuanku, tetapi disini aku punya hati untuk memajukan paduan suara ini. Liburan mulai tiba dan akupun bercerita kepada kedua orangtuaku yang sangat mendukung dan setengah kaget karena aku yang dinilai tidak bisa nyanyi, ikut ambil bagian dalam kompetisi nasional ahahhaa, ibukku sangat bangga atas keikutsertaanku dalam pesparawi dan aku sendiri juga senang meskipun hanya sebatas peserta, belum menang, belum mendapatkan apa apa, karena tandanya aku sudah bisa dipercaya oleh oeang lain untuk ikut serta. Untuk mempersiapkan pesparawi, kita menyiapkan 5 lagu, Toki Gong, Cantique de Jean Racine, O Father Whose Almighty Power, Mourning into Dancing, dan I Can Tell the World, lagu lagu yang awalnya sangat asing untuk ku nyanyikan tetapi akhirnya lagu yang terukir di dalam hati. Dalam masa masa pelatihanpun aku sempat membuat program komputer yang memudahkanku dalam melaksanakan tugas Official. Dalam mempersiapkan pesparawi kami official bukan tanpa halangan, mental peserta, dana, persiapan, suara, dan lainnya, masalah mulai datang dan kami berusaha mengatasinya dan masalah terbesarkupun muncul.

Seminggu sebelum pesparawi ibu masuk rumah sakit, aku pulang ke bekasi saat itu juga, kata dokter ibu terserang sepsis, kondisi kritis dimana organ tubuh terserang bakteri dan dapat mengakibatkan kematian, hal yang paling ku takuti di dunia datang, Yesus dengan segala kasihnya, rencananya yang luar biasa, memanggil pulang ibu, tepat disaat aku tiba di Medan ubtuk pertama kalinya, aku sudah sempat menjenguk ibu di saat terakhirnya, aku sungguh tidak kuat melihat kondisi kritis ibu. Setiap bertemu ibu, kata kata yang selalu keluar dari mulutku adalah "aku sayang Ibu" kata kata yang selalu ku ucapkan ketika beliau hidup, dilema menyelubungi hidupku, dan akupun dengan berat hati meminta ijin ibu untuk berjuang dalam pesparawi dan pergi ke medan.. itu perpisahanku terakhir dengan Ibu, aku cukup puas karena membawa mimpi yang di akhir hidupnya sangat ibu banggakan. Ibu sangat bangga kepadaku karena beliau melihat hidupku yang seperti roda, naik dan turun dan mengatasinya, ia bangga terhadap diriku yang pernah tinggal kelas, pernah putus kuliah karena masalah pacaran, bagi sebagian orang yang melihatku hal hal diatas adalah tabu, tetapi tidak dengan ibuku. Dia membanggakan diriku baik buruknya aku. Menjadikan diriku sebagai pelajaran yang kemudian diajarkannya kepada anak muridnya. Hebatnya rencana Tuhan, Cantique de Jean Racine merupakan lagu untuk mengiring kematian, dan lagu itu dilombakan bertepatan dengan pemakaman ibuku. Saat itu pelatih yang mendampingi kegiatab lomba menyemangati teman teman dengan motivasi "ayo semua kita nyanyikan lagu ini dengan sungguh sungguh, lagu ini untuk Ponang" dan seketika itu juga atmosfir lomba dan duka pun terbawa sehingga teman teman dapat menyanyikan lagu ini dengan sungguh sungguh dan menghayatinya. Tidak berhenti sampai disitu, di hari kedua lagu yang Verbabona nyanyikan adalan Mourning into Dancing (duka menjadi tarian) lagu yang sangat mengena, yang membuatku bisa tetap tersenyum dalam duka yang sangat dalam. Perparawipun berakhir dengan 1 medali perak dan 1 medali emas, prestasi yang tidak terduka dari paduan suara yang baru terbentuk bulan juni 2016 lalu.

Melanjutkan tugas di dalam UKK, aku sempat merasa hampa, duka dan sukacita bercampur, aku sendiri belum bisa move on dari pesparawi dan kehilangan ibu, aku mulai menjalani program kerja selanjutnya yaitu seminar dan talkshow, program yang jyga baru dirintis, atau baru diadakan UKK di tahun ini. Aku harus bekerjasama dengan KKA, Keluarga Kristen Alumni UGM. Awalnya aku sedikit kesulitan dan butuh motivasi besar untuk menjalani pekerjaanku dalam pelayanan, pendidikanku/kuliahku, dan rasa kehilanganku. Semua mulai kembali normal ketika relasi yang ku bangun dengan KKA, dan teman teman PMK mulai kembali. Seminar semakin dekat dan sedikit masalah dengan tempat pelaksanaan muncul, tetapi akhirnya bisa kuatasi dan bantuan dari teman teman mulai datang, sehingga akhirnya acara dapat berlangsung dengan sangat baik.

Aku terpanggil kembali ke PMKSV ketika anak anaku di PMK Kesulitan dana dalam kegiatan retret PMK, relasi yang ku dapat di KKA mulai ku manfaatkan, tidak dalam arti memanfaatkan secara negatif tetapi kerjasama yang positif. Panggilan untuk kembali melayani PMKSV semakin besar dan aku mencoba mengumpulkan kembali alumni diantaranya Lusi dan Sela, mungkin tidak dalam waktu cepat, tetapi perlahan lahan dapat dilaksakan, ikatan alumni PMKSV, yang akan memfasilitasi kegiatan PMKSV secara langsung. Hingga kegiatan terkahirku Natal PMKSV, natal PMK Berjalan dengan baik dan melihat kekompakan dan perkembangan PMKSV akupun tergerak untuk tetap di jalur ini, melayani mahasiswa, menjaga agar mereka tidak keluar jalur, hahaha. Tiba di akhir masa jabatan UKK, aku tergabung dalam kepanitiaan Natal UKK, sangat banyak masalah terjadi disini. Sangat banyak, aku sendiri pesimis dengan apa yang akan terjadi pada kepanitiaan ini dan UKK, tetapi sekali lagi, nilai kerjasama dan bumbu pelayanan yang kuat menjadi alas ya g tepat bagi kepanitiaan ini, setiap acaranya berlangsung dengan baik, dan setiap masalahnya teratasi..

Yahh tiba saatnya di paragraf terakhir. Aku mau cerita tentang kegalauanku karena harus meninggalkan ini semua, ya aku harus pergi magang di tahun depan, dan sulit bagiku untuk ikut ambil bagian dan peran besar dalam kegiatan UKK. Aku mencintai kegiatan pelayananku meskipun terkadang hal ini membuat sebagian dari diriku setres hahaha tetapi semuanya terangkum dalam memori yang membuatku tersenyum, kalau PMK dan UKK adalah orang yang hidup, aku ingin berterimakasih kepada mereka, atas warna yang diberikannya di masa masa kuliahku... hahaha ya, aku orang yang cukup tua untuk masih menjadi mahasiswa saat ini, dikala teman teman seumuranku sudah lulus, aku harus melewati 2 tahun lagi untuk memperoleh gelar. Sulit bagiku untuk meninggalkan ini semua, tetapi aku sudah banyak belajar tentang perubahan, dan aku tidak akan jatuh lagi, untuk Ibu ku juga. Inti dari ini semua adalah aku ingin berterimakasih, ya terimakasih Tuhan, terimakasih Yesus, Engkau merencanakan hidupku, memakai hidupku, dengan sedemikian rupa, semua hal yang baik yang tak terbayangkan olehku sebelumnya, biarkan aku melayaniku dengan segala keterbatasanku, terimakasih atas hidup ini, Yesus 😊elasi yang ku bangun dengan KKA, dan teman teman PMK mulai menguat

Rabu, 06 Januari 2016

Cerita 2015

2015 merupakan salah satu tahun bangkitnyaa gue dari masa lalu, semenjak tahun terakhir gue di SMA samapai kuliah untuk pertamakali di tahun 2013, lalu tahun dimana gue jadi pengangguran, minim relasi dan terkatung2 entah harus kemana dan bagaimana di tahun 2014, samapai akhirnya gue memperoleh semua yang sebelumnya gue belum dapat, di tahun 2015. Gue merakan banget di tahun ini gue berakselerasi dalam hal menjalin relasi.


Awal tahun 2015 hidup gue masih dihantui bayang2 masa lalu yang suram, yaa karena belum lama meninggalkan tahun 2014 dan 2013 yang penuh lika-liku, untungnya saat ini gue lebih bisa memanage hati, sikap, dan jadwal antara kuliah dan main hehhe.. pada masa pengangguran gue sempet berharap untuk dapat menjalin relasi yang banyak, mengingat saat itu gue gak punya teman main, ataupun orang luar yang dapat mengisi keseharian gue kecuali internet di rumah kadang connect kadang enggak. Saat melalui masa2 sepi itu gue berdoa untuk nantinya, dimanapun gue ditempatkan di kampus yang baru, supaya gue tetap bisa terus melayani Tuhan.

di UGM sendiri gue mengawali pelayanan gue saat bergabung dengan kepanitiaan natal UGM 2014, di divisi acara. Saat itu gue gak yakin tahun depan bisa menjalin relasi yang lebih banyak dari saat itu. Saat itu gue menilai diri gue berhasil menjalin relasi yang banyak, gue bisa kenal dengan temen-temen dari UKK (Unit Kerohanian Kristen). tetapi hal itu tidak berlangsung lama. seiring dengan berakhirnya acara Natal UKK 2014 gue tidak melanjutkan karir pelayanan dalam UKK periode 2015, 3 bulan pertama 2015 gue masih menyendiri, lupa atas janji yang gue ucapkan saat melalui masa2 pengangguran dimana gue menyerahkan diri gue untuk melayani Tuhan, tetapi Tuhan berkata lain. Maret 2015 gue menghadiri acara Persekutuan Umum Sekolah Vokasi (yang saat itu gue tahu kalau sekolah vokasi adalah satu2nya tingkat fakultas yang tidak memiliki PMK)

(PU Perdana FMK SV Maret 2015)

sebulan berlalu setelah PU perdana PMK SV yang saat itu masih bernama FMK (Forum Mahasiswa Kristen) gue dipilih formatur untuk mengetuai PMK-SV sembari menjadi bagian dari Formatur dan beergerak untuk membangun PMK-SV menjadi salah satu organisasi yang resmi dan di akui di UGM. bergerak sebagai pionir tidaklah mudah, banyak anggota yang kadang nongol kadang tenggelam lagi gatau kemana, tetapi gue berusaha untuk terus mengapung. Masuk semester 3 gue merelakan sedikit pendidikan gue demi membangun PMK ini. di semester ini banyak tugas yang gue emban debagai ketua sebuah persekutuan, dimulai dari mejaga semangat api dalam sebuah organisasi kerohanian hingga menjalankan fungsi PMK agar tetap hidup dan berjalan. 
Saat-saat itu gue sempet merasakan yang namanya bosen dan jengkel atas tingkah laku anggota yang tidak berkomitmen hingga akhirnya gue diingatkan Tuhan dengan janji awal gue untuk terus melayaniNya dimanapun gue ditempatkan

Akhirnya sedikit-sedikit, pelan-pelan, rangkaian acara PMK-SV berlangsung dengan baik, dimulai dari PU yang rutin dilaksanakan setiap minggu sekali, beberapa acara besar seperti Penyambutan Mahasiswa Baru Kristen 2015, Launching PMK-SV, Natal PMK-SV, dari FMK hingga PMK, tanpa sadar semua doa dan harapan gue Tuhan jawab satu per satu, yang pertama dijawab adalah kampus baru yang bisa menghadirkan kegiatan yang bisa membangun gue menjadi pribadi yang lebih baik, kedua adalah pelayanan dalam hal kerohanian, membantu anak2 tuhan yang sebelumnya tidak tertampung dalam sebuah PMK yang resmi, dan yang ketiga adalah relasi. Relasi adalah hal yang paling gue harapkan. Karena gue sempet merasakan kehidupan tanpa relasi dan itu sangat tidak menyenangkan setelah gue keluar dari Sanata Dharma, yahh bagaimanapun juga SADHAR adalah kampus pertama gue yang menyimpan sebagian cerita kehidupan kampus gue. 

Gue sangat bersyukur atas relasi yang Tuhan beri dalam kehidupan gue saat ini, dulu gue gak membayangkan akan memiliki relasi sebanyak ini, semoga tahun 2016 ini gue gak hanya menambah relasi, tetapi juga kinerja gue yang lebih baik, bukan hanya soal PMK tetapi juga kehidupan belajar dikelas gue.. hhehe berikut ini salam dari 2015

jalan2 bandung bareng temen katekisasi 

sesi ishoma maba 2015

sesi ishoma maba SV 2015

launching PMK-SV

Launching PMK-SV 2015

natal PMKSV 2015

apa yg akan terjadi selanjutnya yaa?? ^_^
definisi tahun 2015: penuh dengan rasa syukur..
jangan lupa bersyukur.. :D